Trotoar.id, — Komisi VII DPR RI akan membentuk panitia kerja (panja) untuk mengusut insiden kebakaran smelter nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang terjadi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng)
Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Haryadi bersama dengan rombongan Komisi VII melakukan kunjungan kerja ke PT GNI, mengungkapkan jika Kemenperin sempat mengajukan permintaan pemeriksaan terhadap PT GNI pasca insiden yang menewaskan dua karyawan PT GNI tersebut salah satunya adalah Warga Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan akhir desember 2022 yang lalu
Namun Pihak PT GNI melakukan penolakan untuk menolak pemeriksaan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Baca Juga :
“Pihak Kemenperin yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut menyatakan mereka juga baru mengetahui setelah viral di media sosial, lima hari setelah kejadian. Dan Kemenperin sudah meminta pemeriksaan terkait teknis sejak 27 Desember 2022, namun ditolak oleh pihak perusahaan,” kata Bambang dalam keterangannya, dikutip detik.com kamis 5 Januari 2022
Hingga Komisi VII DPR RI akan memanggil seluruh pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut, hingga Pimpinan Komisi VII juga ikut menyoroti soal peralatan di smelter PT GNI.
Apalagi pihaknya juga tidak mendapat informasi soal kapan waktu terakhir perusahaan tersebut melakukan kalibrasi terhadap peralatannya yang merupakan kewajiban untuk menilai kelayakan sebuah peralatan industri.
Dia menekankan perindustrian nikel merupakan industri yang berisiko kerja tinggi. Sehingga seluruh fasilitas dan peralatan kerja harus dipastikan bisa beroperasi dengan baik.
“Industri pengolahan nikel memiliki risiko kerja tinggi, jadi semua peralatan harus memenuhi standarisasi dan uji kelayakan untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja karena unsur teknis,” kata Bambang.
“Usulan dari fraksi-fraksi di Komisi VII agar dibentuk panja untuk mendalami kejadian ini untuk evaluasi dan pengawasan menyeluruh, karena bisa saja akan terjadi di smelter lainnya. Dan semangat dari komisi VII agar tidak ada korban nyawa akibat permasalahan teknis,” tegasnya.
Hingga Komisi VII menduga jika kebakaran yang terjadi pada smelter PT GNI tersebut terjadi gegara adanya permasalahan teknis pada peralatan yang digunakan..
“Kami Komisi VII sudah melihat secara langsung ke lokasi kejadian. kami menduga bahwa kejadian tersebut tidak murni karena kelalaian manusia, tapi cenderung karena permasalahan teknis pada peralatan di smelter tersebut,” kata Bambang.




Komentar