Pemprov Sulsle

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Kunker ke Jawa Barat

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 10 Januari 2023 15:59

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Naoemi Octarina melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Bandung, di Gedung Tim PKK Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta No. 468 Bandung, Kamis, 5 Januari 2023.
Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Naoemi Octarina melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Bandung, di Gedung Tim PKK Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta No. 468 Bandung, Kamis, 5 Januari 2023.

Trotoar.id, Jawa Barat – Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Naoemi Octarina melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Bandung, di Gedung Tim PKK Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta No. 468 Bandung, Kamis, 5 Januari 2023.

Dalam sambutannya, Naoemi Octarina mengucapkan,m terimakasih banyak telah menerima kehadirannya beserta anggota TP PKK Sulsel. Istri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman itu kemudian memberikan pantun kepada para tamu yang hadir.

“Dari Sulawesi ke Jakarta, dari Jakarta lanjut ke Bandung, Dengar kata Jabar juara, Senang hati datang berkunjung,” ucapnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Menurut Naoemi Octarina, dalam kunjungannya ke Bandung, ia ingin mengetahui bagaimana sepuluh program PKK Provinsi dan menyelaraskan dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diadakan Bulan November 2022. Ia berharap, TP PKK Provinsi Sulsel dapat mengembangkan atau mengadopsi salah satu program inovasi yang ada di Provinsi Jawa Barat, yang kemudian bisa diselaraskan dengan Provinsi Sulsel.

Selain itu, kunker ini, lanjut Naoemi, bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari kelembagaan SDM dari pengurus PKK Sulsel, dengan melihat bagaimana pergerakan dari Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga  Bupati Chaidir Syam Apresiasi Perhatian Pj Gubernur Bahtiar untuk Kabupaten Maros

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagaimana kami replikasi, dan bisa saling berkolaborasi, serta sharing pengetahuan,” ujarnya.

Bunda Paud Sulsel itu memberikan informasi kepada hadirin bahwa di Provinsi Sulsel telah melaunching SIM (Sistem Informasi Manajemen) PKK untuk 24 kabupaten/kota yang ada di Sulsel dan saat ini masih dalam pelaksanaan monitoring pengisiannya.

Selain itu, PKK Sulsel juga telah melaunching PKK Remaja yang proses perekrutannya dari seluruh unsur masyarakat Sulawesi Selatan dan juga telah melaunching Gerakan Keluarga Cerdas Teknonolgi Digital.

“PKK Remaja akan diberdayakan di kegiatan PKK karena perkembangan teknologi digital saat ini dan tentu saja mendukung kegiatan PKK Provinsi Sulsel dalam sosialisai edukasi, dan eksekusi,” ungkapnya.

Untuk PKK Sulsel sendiri, kata Naoemi Octarina, saat ini strategi dalam penurunan stunting adalah dengan sinergi. Salah satunya adalah bantuan khusus kepada 24 kabupaten/kota untuk percepatan penurunan stunting dan adanya Tim Pendamping Gizi yang telah dilatih untuk bisa memberikan pengetahuan dan mendampingi ke seluruh unsur yang berpengaruh hingga di tingkat desa

Baca Juga  Sahabat Andalan Dukung Gubernur Sulsel Evaluasi Proyek Tambang

“Untuk percepatan penurunan stunting ini, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dengan dukungan dari Bapak Gubernur Sulsel selaku Pembina TP PKK Sulsel, ada bantuan keuangan khusus untuk 24 kabupaten/kota untuk penurunan stuntingnya,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil, mengucapkan selamat datang di Kota Bandung.

“Semoga ini bukan kali pertama. Dan tentu kami sangat senang sekaligus ini pengikat silaturahmi baik secara individu maupun dalam program kerja,” ujarnya.

Atalia menambahkan, untuk Provinsi Jawa Barat sendiri memiliki kader yang paling banyak, dengan memiliki 27 kabupaten/kota, 5.912 desa, dan 627 kecamatan.

Selain itu, PKK Jabar juga memiliki program penurunan stunting melalui tiga fungsi PKK. Pertama; melakukan pendataan, kedua; melakukan sosialisasi, ketiga; melakukan edukasi atau penyuluhan.

“Dan kerja sama ini dilakukan sampai ke tingkat desa,” kata Atalia.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Serahkan Bantuan Sosial Berdasarkan DTKS

Selain itu, Atalia memberikan informasi kepada seluruh para peserta yang hadir terkait masalah stunting, yang dapat dicegah dengan cara memberikan asupan gizi dan pola pengasuhan yang baik, agar seribu hari kebaikan saat janin hingga bayi berusia dua tahun.

Sebagai Bunda Genre Provinsi Jawa Barat, ia mengajak untuk ikut mencegah terjadinya stunting. Pertama, memiliki perencanaan yang matang dalam membangun keluarga. Kedua, hindari stunting sejak dini melalui take care atau pusat inovasi dan di masa pelajar. Ketiga ingat semangat 2125 keren, menikah di usia yang ideal.

Untuk itu, dalam Keppres nomor 72 tahun 2021 penurunan stunting harus dilakukan dengan cara hosting, integratif, dan berkualitas, serta melalui koordinasi dan sinkronisasi.

“Saya berharap agar seluruh stakeholder baik Pemprov, Pemkab, Pemkot, pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, tak terkecuali dan pengurus PKK di dalamnya agar bersama-sama mencegah stunting. Bersama PKK, stunting harus zero di tahun 2023,” tandasnya. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Oktober 2026 14:43
Sulsel Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transportasi Publik Jadi Sorotan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih apresiasi di tingkat nasional...
Metro27 Oktober 2026 13:38
Revitalisasi Benteng Somba Opu Dimulai, Gubernur Sulsel Dukung Status Cagar Budaya Nasional
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO GOWA, Trotoar.id — Upaya menghidupkan kembali kejayaan sejarah Kerajaan Gowa memasuki babak baru. Guber...
Metro27 Oktober 2026 12:34
Gubernur Sulsel Dorong Deteksi Dini Kusta, Skrining Andalan Sehati Sasar 10.357 Peserta
6 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memperkuat upaya pencegahan d...
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...