Troroar.id, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sulawesi Selatan akhirnya memutuskan tidak akan mengusulkan tiga nama bakal calon Penjabat Gubernur ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri
Keputusan tidak mengusulkan tiga nama calon Penjabat Gubernur setelah rapat paripurna yang dipimpin ketua DPRD Andi Ina Kartika Sari tidak menemui kata kompromi.
“Dengan berat hati kita tidak mengusulkan tiga nama bakal calon PJ Gubernur ke Presiden melalui mendagri,” kata Andi Ina Kartika Sari sesaat setelah menutup rapat paripurna
Baca Juga :
Rapat Paripurna yang awalnya dipimpin Andi Ina Kartika Sari berjalan dengan lancar, namun setelah Pimpinan DPRD menskorsing rapat paripurna yang dihadiri 44 anggota DPRD, sejumlah interupsi di lontarkan anggota fraksi
Interupsi mempertanyakan alasan ketua DPRD melakukan skorsing yang mengacu pada kehadiran ⅔ kehadiran anggota DPRD dalam rapat paripurna.
“Ini ada apa kenapa alasan ⅔ dijadikan dasar untuk melakukan skorsing selama ini kan rapat memang tidak pernah Korum, apalagi selama ini rapat paripurna menggunakan zoom, kenapa ini, ada apa,” kata Saharuddin Anggotaa Fraksi PPP
Hingga anggota Fraksi PAN Usman Lonta menanyakan kepada pimpinan DPRD dalam forum paripurna Mengenai usulan PJ gubernur yang diatur dalam tatib tidak mengenal ⅔ peserta yang harus hadir
“Pimpinan tolong dibaca Tatib ⅔ anggota hadir itu jika mana rapat paripurna mengusulkan Hak angkat atau pengesahan APBD,” kata Usman Lonta
Arfandi Idris dari Fraksi Partai Golkar pun menilai jika ada sesuatu skenario yang ingin dijalankan para pimpinan dan sebagai teman-teman fraksi
“Kita buka-bukaan mi saja disini skenario apa yang ingin dijalankan, kemarin pimpinan fraksi DNA DPRD sudah sepak untuk melaksanakan paripurna, tapi toh mereka yang harus kita tunggu, kita disini sudah repesentatif , 7 Fraksi, apalagi,” katanya
Bahkan ada yang menilai skenario membatalkan rapat paripurna penetapan tiga nama usulan bakal calon gubernur Sulsel itu lantaran 7 Fraksi sepakat untuk enentuang bakal calon gubernur dilakukan dengan sistem Voting.
“Izin skenario apalagi, kita ini sudah sepakat, kenapa ada yang yang ingin membatalkan, kalau begitu kita sepakati saja DPRD tidak mengusulkan nama bakal calon PJ Gubernur ke presiden melalui menteri dalam Negeri,” kata Arfandi hingga mengajak sejumlah anggota Fraksi lainnya walk out,” tegas Arfandi




Komentar