Pidato Kenegaraan

Sering Dicibir dan Disebut Tolol, Jokowi: Saya Sedih Budaya Sopan Santun Mulai Hilang

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 16 Agustus 2023 15:21

Sering Dicibir dan Disebut Tolol, Jokowi: Saya Sedih Budaya Sopan Santun Mulai Hilang

Trotoar.id –Presiden Joko Widodo mengaku tidak mempermasalahkan dirinya disebut tolol, Fir’aun, namun dirinya sedih Hudaya sopan santun di negeri ini sudah pudar 

Dirinya sebagai seorang presiden tidak senyaman yang di bayangkan, meski sering kali mendapat cibiran dan ejekan yang menyerang dirinya.

“Saya tidak mempersoalkan saya disebut tolol fir’aun yang saya sesalkan Hudaya sopan santun di negeri ini sudah sangat endah, dan menjadi seorang presiden tidak senyaman yang dipersepsikan publik,’ kata Jokowi saat membacakan Pidato kenegaraannya di sidang tahunan MPR/DPR/DPD, Rabu 16 Agustus 2023

Dia mengungkapkan ere demokrasi kebablasan, sehingga akan menimbulkan pertentangan di tengah-tengah masyarakat

Namun Jokowi menyebut menjadi seorang pemimpin/presiden harus penuh dengan tanggung jawab yang harus diembansl seorang  pemimpin 

“Mulai dari masalah rakyat di pinggiran sampai kemarahan, ejekan, bahkan makian dan fitnahan. Bisa dengan mudah disampaikan. Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir’aun, tolol. Ya ndak apa, sebagai pribadi saya menerima saja,” ujarnya.

Dalam pidato kenegaraannya, Jokowi menyebutkan bahwa tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia ke depa, dan tantangan tersebut tidaklah mudah untuk mewujudkan Indonesia maju di tahun 2045. 

Olehnya itu, Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu untuk terus melaju mewujudkan visi tersebut.

“Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa mempermudah upaya kita dalam meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Marilah kita bersatu padu, Terus Melaju untuk Indonesia Maju,” ujar Presiden.

Presiden mengakui, dalam menghadapi tantangan tersebut pilihan kebijakan akan semakin sulit, sehingga dibutuhkan keberanian dan kepercayaan untuk mengambil keputusan yang sulit dan tidak populer.

“Pemimpin itu harus punya public trust, karena kepercayaan adalah salah satu faktor penentu bisa berjalan atau tidaknya suatu kebijakan, bisa diikuti atau tidaknya sebuah keputusan. Ini adalah modal politik dalam memimpin sebuah bangsa besar seperti Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi peran dan dukungan semua pihak dalam menyelesaikan semua tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju.

“Terima kasih kepada pimpinan lembaga tinggi negara, para ulama, para tokoh agama, para tokoh masyarakat, dan para pemimpin adat, kepada guru, budayawan, tenaga kesehatan, dan awak media, partai politik, politisi, aparat pemerintah, dan TNI/Polri, serta kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama ini,” ujarnya.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen20 April 2026 23:47
Komisi C DPRD Makassar RDP Soal Operasional Prima Mart
Makassar, Trotoar.id — Komisi C DPRD Kota Makassar melaksanakan dua agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebagai tindak lanjut atas aspirasi masya...
Metro20 April 2026 22:20
Pemkot Makassar Berikan KUR bagi PKL Tertib, Solusi Penataan Kota Berbasis Pemberdayaan
MAKASSAR, Trotoar.id — Di tengah upaya penataan kota yang lebih tertib dan nyaman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadirkan pendekatan yang...
Metro20 April 2026 22:04
Aspirasi Reses DPRD Jadi Dasar Kebijakan, Munafri Tekankan Program Tepat Sasaran
MAKASSAR, Trotoar. Id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap program pembangunan di Kota Makassar b...
Nasional20 April 2026 19:41
Mitigasi Kekeringan, Bupati Sidrap Intensifkan Koordinasi dengan Kementan RI
SIDRAP, Trotoar id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan...