Bentuk Posyandu Remaja, Puskesmas Tanalili Optimistis Turunkan Tengkes

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 05 Oktober 2023 13:25

Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi penurunan tengkes (stunting). Apalagi pemerintah tengah mengejar target penurunan tengkes hingga 14% di 2024.
Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi penurunan tengkes (stunting). Apalagi pemerintah tengah mengejar target penurunan tengkes hingga 14% di 2024.

Trotoar.id, Luwu Utara — Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi penurunan tengkes (stunting). Apalagi pemerintah tengah mengejar target penurunan tengkes hingga 14% di 2024.

Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengejar target tersebut. Pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota juga seperti “berlomba-lomba” melahirkan berbagai terobosan dan inovasi.

Tak bisa dipungkiri bahwa dengan dua hal ini, tren penurunan angka tengkes terus terjadi. Hal ini pula yang dilakukan Puskesmas Tanalili Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Puskesmas Tanalili, selain menghadirkan inovasi “Teras Tanalili” yang terbukti ampuh dalam mendorong para ibu untuk secara berkala membawa anaknya ke posyandu, juga menghadirkan terobosan lain.

Terobosan yang dimaksud adalah membentuk Posyandu Remaja. Kepala Puskesmas Tanalili, Dewi Rosianna, mengatakan, posyandu remaja ini sebagai upaya preventif agar tidak terjadi pernikahan dini di kalangan remaja.

“Pembentukan posyandu remaja kita lakukan untuk memastikan semua remaja putri megonsumsi tablet tambah darah serta mencegah masalah pernikahan dini atau anak melahirkan anak,” sebut Dewi.

Dewi berharap bahwa dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan itu, angka tengkes di Kabupaten Luwu Utara, khususnya di Kecamatan Tanalili, dapat terus konsisten mengalami penurunan kasus.

“Tanalili optimistis menurukan angka stunting karena beberapa upaya dan intervensi yang kami telah lakukan, termasuk kerja sama dengan semua sektor dan unsur-unsur stakeholder lainnya,” ucapnya.

Ia menyebutkan, upaya-upaya yang telah lakukan adalah pelatihan kader, pengadaan alat antropometri kit, pemberian PMT lokal untuk bayi risiko stunting, ibu hamil KEK, dan perbaikan sarana posyandu.

Sekadar diketahui, posyandu remaja ini adalah kegiatan berbasis Kesehatan yang diperuntukkan spesifik hanya kepada remaja, dengan tujuan membantu kesehatan fisik dan mental para remaja. (LHr)

Penulis : LH/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga22 Juni 2026 01:24
Spanyol Unggul Sementara Dari Arab Saudi 4-0
Trotoar.id — Spanyol Tekuk Arab Saudi 4-0, Kukuh di Puncak Grup H Piala Dunia 2026Laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 mempertemukan Arab Saudi me...
Metro21 Juni 2026 21:50
Pemkot Makassar Tertibkan Aset 15 Hektare di Manggala, Bangunan Liar dan Transaksi Ilegal Jadi Sorotan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pertanahan akan mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyerobotan aset daerah selua...
Parlemen21 Juni 2026 21:47
Wakil Ketua DPRD Sulsel Hadiri Pembukaan MUSDA HNSI, Dorong Penguatan Peran Nelayan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, menghadiri pembukaan Musyawarah Provinsi (MUSPROV) Dewan Pimpinan ...
Daerah21 Juni 2026 16:36
Gandeng TNI, Gubernur Sulsel Groundbreaking Rumah Layak Huni di Takalar
TAKALAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui progr...