Trotoar.id, Luwu Timur – Bahtiar Baharuddin, Penjabat Gubernur Sulsel, menganugerahkan tekad kuatnya untuk menghidupkan kembali kejayaan Wija to Luwu, sebuah wilayah yang selama puluhan tahun terkenal hingga ke Brunai Darussalam, melalui pemulihan sektor pertanian.
Bahtiar menggambarkan masa lalu Luwu dan Teluk Bone sebagai kawasan yang padat dan menjadi pusat perdagangan yang dihuni oleh pedagang dari berbagai negara. Dengan tekad bulat, ia dan para pemangku kepentingan lainnya berencana memulihkan kegemilangan itu melalui pengembangan sektor pertanian.
“Luasnya Teluk Bone dan kejayaan masa lalu harus dipulihkan. Luwu harus kembali menjadi pusat kegiatan ekonomi, melibatkan wilayah yang membentang dari Luwu hingga Kolaka,” tutur Bahtiar setelah merayakan HUT Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) di Luwu Timur, pada Selasa, 23 Januari 2024.
Sebagai perwakilan pemerintah pusat di Sulsel, Bahtiar menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan para pemimpin Luwu, baik yang dahulu maupun sekarang, yang telah setia membangun daerah ini sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bupati Luwu Timur, Budiman, turut menyampaikan penghargaan kepada Bahtiar Baharuddin, Pj Gubernur Sulsel, yang telah menghadiri acara peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu dan HUT Luwu ke-756 tahun di Luwu Timur.
Ia menyoroti kehadiran Bahtiar yang sudah dua kali mengunjungi Luwu Timur, membawa rombongan besar, dan memberikan bantuan kepada wilayah tersebut.
“Sebagai tuan rumah, kami dari Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Kota Palopo, Kolaka, dan Kolaka Utara, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur,” ujar Budiman. (*)



Komentar