Trotoar.id, Luwu Timur — Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bachtiar Bacharuddin, mengakui Tana Luwu sebagai simbol peradaban yang telah menghasilkan karya, nilai-nilai, serta identitas yang masih terjaga dan dinikmati oleh masyarakat.
Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Hari Jadi Ke-756 Tana Luwu (HJL) dan Peringatan Ke-78 Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) di Stadion Andi Hasan Opu To Hatta, Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Bachtiar menjelaskan bahwa kekayaan hasil cipta, rasa, dan karsa di Tana Luwu tercermin dalam musik, tarian, dan budaya yang dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Baca Juga :
Tana Luwu, dengan sejarahnya yang panjang, dianggapnya sebagai tanah yang terus menghasilkan peradaban, nilai-nilai, dan karakter kuat, bahkan lebih tua dari Kerajaan Majapahit.
“Tana Luwu ini adalah tanah yang tua yang di atasnya ada manusia yang hidup beribu-ribu tahun yang terus menghasilkan karya, peradaban, menghasilkan nilai-nilai, menghasilkan emosi, jiwa, kepribadian, karakter yang membedakan bangsa Luwu dengan bangsa yang lain,” ujarnya.
Melalui peringatan HJL dan HPRL, Bachtiar mengajak generasi Tana Luwu untuk meneruskan perjuangan para pendahulu. Ia berharap agar wibawa, kehormatan, dan cita-cita para pejuang yang terdahulu tetap terjaga, menjadikan Tana Luwu sebagai daerah yang terus berkembang, serta menghasilkan karya terbaik bagi bangsa Indonesia.
“Maka kita semua, hari ini berdiri di atas tanah yang mereka dirikan. Di tanah tempat kita berdiri ini, beliau-beliau mengorbankan darahnya, nyawanya, di tanah yang hari ini kita berdiri di atasnya dengan senyum, ketawa, makan kue dengan enak, penuh penghormatan dan penuh kebanggaan, untuk terus menjaga wibawa dan kehormatan Tana Luwu,” harapnya.
Sebelumnya, Bupati Luwu Timur, Budiman, juga menekankan bahwa persaudaraan yang terjalin di Tana Luwu merupakan sebuah peradaban besar yang terus terjaga dari generasi ke generasi. Peringatan HJL dan HPRL tahun ini menjadi ajang luar biasa yang menyatukan berbagai daerah di Sulsel, membuktikan komitmen bersama untuk pembangunan dan kemajuan Tana Luwu.
Puncak peringatan HJL dan HPRL kali ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat dari Luwu, Luwu Utara, Palopo, Kolaka, dan Kolaka Utara. Kehadiran mereka menunjukkan semangat untuk bersatu demi mewujudkan visi pembangunan yang lebih baik bagi Tana Luwu.




Komentar