Pemprov Sulsel

Kadinkes Sulsel Klarifikasi Isu Rangkap Jabatan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 30 April 2026 20:35

Kadinkes Sulsel Klarifikasi Isu Rangkap Jabatan

MAKASSAR, Trotoar.id — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan rangkap jabatan dirinya sebagai Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Direktur RSUD Haji.

Evi menegaskan bahwa informasi yang beredar di sejumlah media online dan media sosial tersebut tidak benar atau hoaks.

“Terkait berita itu, semuanya tidak benar. Sejak 1 November saya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dan sejak saat itu saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Direktur RS Haji,” ujarnya.

Ia menjelaskan, posisi Direktur RSUD Haji telah diisi oleh pejabat definitif, yakni dr. Rachma Syahrir, Sp.KK., M.Kes., yang menggantikan dirinya setelah pelantikan sebagai kepala dinas.

Menurutnya, munculnya dugaan rangkap jabatan kemungkinan dipicu oleh belum diperbaruinya papan struktur organisasi di lingkungan RSUD Haji, yang bersifat teknis dan administratif.

“Kalau hanya soal papan struktur internal, bisa saja belum diperbarui. Itu hal teknis yang biasa terjadi. Namun secara administrasi, saya sudah tidak menjabat sebagai Direktur sejak dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Evi juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Saya tegaskan kembali, tidak ada rangkap jabatan hingga saat ini. Informasi yang beredar tersebut tidak benar,” tegasnya.

Diketahui, dr. dr. Evi Mustikawati Arifin resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan pada 1 November 2025, menandai awal kepemimpinannya dalam melanjutkan program pembangunan kesehatan di daerah tersebut.

Selama menjabat, Dinas Kesehatan Sulsel mencatat sejumlah capaian, di antaranya penghargaan sebagai provinsi terbaik Regional 2 dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tingkat nasional pada Desember 2025.

Selain itu, Dinkes Sulsel juga aktif mendorong deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA, mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat komitmen pelayanan kesehatan bagi aparatur sipil negara.

Upaya pemerataan layanan kesehatan juga terus dilakukan melalui redistribusi sumber daya manusia kesehatan, guna memastikan akses layanan yang lebih merata dan dekat dengan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen30 April 2026 21:16
DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyampai...
Metro30 April 2026 21:05
Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Program SEHATI ...
Metro30 April 2026 21:01
Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik deng...
Parlemen30 April 2026 20:55
Pajak Hiburan Makassar Lampaui Target, Tren Positif Dorong PAD Tembus Rp36 Miliar
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja sektor pajak hiburan di Kota Makassar menunjukkan tren yang semakin menggembirakan. Badan Pendapatan Daerah Kota Maka...