Trotoar.id, Makassar – Tahapan rekapitulasi suara hasil pemilu di tingkat provinsi menjadi fokus pengamanan ketat oleh aparat Kepolisian dan pam pengamanan KPU.
Dimanja setiap individu, termasuk undangan dan saksi yang akan masuk ke ruang rekapitulasi, harus menjalani pemeriksaan tubuh dan barang bawaan secara ketat.
Pemeriksaan yang diperketat terjadi saat proses rekapitulasi hasil pemilu kabupaten Gowa dilaksanakan, khususnya dalam rapat pleno rekapitulasi suara oleh KPU Sulsel.
Baca Juga :
Hal ini dipicu oleh serangkaian kejadian khusus yang terjadi di 27 TPS di kabupaten Gowa.
“Rapat pleno masih memfokuskan pembahasan pada kejadian khusus di kabupaten Gowa,” ungkap seorang pejabat KPU Sulsel.
Sebelumnya, rekapitulasi suara hasil pemilu di kabupaten Gowa telah mendapat protes keras dari Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif.
Syahar meminta KPU untuk menyelaraskan data hasil pemilu antara partai Nasdem dan data yang disampaikan oleh KPU kabupaten Gowa dalam proses rekapitulasi suara.
“Kami ingin data diselaraskan, kami memiliki bukti dan kami ingin suara yang hilang dikembalikan. Kami juga akan mengejar oknum penyelenggara yang terlibat dalam pergeseran suara hingga ke proses pidana pemilu,” tegas Syahar.
Dalam konteks ini, KPU Sulsel meningkatkan ketatnya proses pemeriksaan bagi pihak yang hendak memasuki ruang rekapitulasi suara hasil pemilu di tingkat provinsi.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan integritas dan transparansi dalam proses rekapitulasi suara yang sedang berlangsung.



Komentar