Pemprov Sulsel

Pj Gubernur Bahtiar Prihatin atas Banjir di Kabupaten Luwu: Serukan Kolaborasi Lindungi Lingkungan Sulsel

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 08 April 2024 22:49

Pj Gubernur Bahtiar Prihatin atas Banjir di Kabupaten Luwu: Serukan Kolaborasi Lindungi Lingkungan Sulsel

Trotoar.id, Makassar – Banjir melanda Kabupaten Luwu pada Minggu, 7 April 2024, khususnya di Kelurahan Lindajang dan Desa Buntu Barana Kecamatan Suli Barat, serta Kelurahan Suli Kecamatan Suli.

Banjir tersebut menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan dan ratusan rumah terendam dengan ketinggian mencapai 20 hingga 50 cm. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun sekitar 500 rumah warga terdampak banjir.

Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan doa agar banjir segera surut dan mengucapkan terima kasih kepada Pemda Luwu, Satpol, Tagana, Forkopimda, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait lainnya atas bantuan yang diberikan kepada warga terdampak.

Baca Juga  Wagub Sulsel Dorong Ciptakan Inovasi Teknologi di Tengah Pandemi Covid-19

“Dalam komunikasi langsung dengan bupati, saya pastikan bahwa situasi telah terkendali dan warga mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” ujar Bahtiar pada Minggu malam, 7 April 2024.

Bahtiar mengidentifikasi bahwa banjir disebabkan oleh hujan lebat dan kurangnya vegetasi yang dapat menyerap air.

Baca Juga  Di Hut Gowa ke 702, Gubernur Sulsel Berikan Bantuan Penanganan Banjir Hingga Bibit Pertanian

Ia menyatakan keprihatinannya karena kerusakan hutan dan lingkungan saat ini telah merata di seluruh daerah Sulsel, yang berdampak pada berkurangnya sumber air bersih.

“Kehilangan tanaman dan hutan sebagai penyerap air adalah masalah yang serius. Hal ini harus menjadi prioritas bersama dalam musyawarah perencanaan pembangunan daerah. Kita semua harus bergandengan tangan, termasuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan sektor swasta,” pesannya.

Baca Juga  BPK - Inspektorat Daerah Akan Kawal Program PEN Akibat Pandemi Covid-19 di Sulsel

Bahtiar menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk kembali menanam pohon dan mengurangi penebangan hutan yang menjadi sumber air bersih.

“Langkah-langkah ini harus dimasukkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Program-program ini meliputi pengurangan emisi karbon, pengelolaan lahan kritis, perlindungan DAS, Danau, Bendungan, Embung, serta penanaman pohon yang juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan gizi kepada masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...