MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsung dalam pembangunan kota.
Ia mengajak kader IPM tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mengambil peran dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial.
Mengusung tema “Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Pelajar Mahasiswa”, kegiatan ini menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus penguatan peran organisasi pelajar dalam menjawab tantangan generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pengukuhan Pimpinan Daerah IPM Kota Makassar periode 2026–2028 di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Sabtu (31/10/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama dan jajaran pengurus baru.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kepengurusan yang terbentuk, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesinambungan gagasan sekaligus melahirkan inovasi baru.
“Berhasilnya sebuah organisasi ketika tatanan pola perpindahan estafet ini selalu menghasilkan atau melanjutkan gagasan-gagasan baik dan punya gagasan-gagasan baru untuk memastikan keterlibatan seluruh anggota yang ada di dalamnya itu bisa bersama-sama aktif untuk membangun organisasi,” katanya.
Appi menegaskan, pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Investasi terhadap sumber daya manusia, khususnya generasi muda, harus menjadi perhatian yang sama pentingnya.
Ia memandang kader IPM memiliki potensi untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul secara intelektual, memiliki landasan keagamaan, serta menjunjung tinggi akhlak dan empati sosial.
“Kalau hari ini tidak diberikan kesempatan dalam hal ini pemerintah untuk bersama-sama, berarti kita tidak mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang akan datang itu,” tegas Munafri.
Karena itu, Appi secara terbuka menawarkan kolaborasi nyata antara Pemerintah Kota Makassar dan IPM.
Ia meminta pengurus yang baru dikukuhkan menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan daerah, sehingga dapat disinergikan dengan program pemerintah.
“Maka dari itu, hari ini saya hadir untuk menawarkan membangun kolaborasi nyata bersama dengan Pemerintah Kota Makassar. Ini penting sekali,” tuturnya.
“Makanya (IPM) ada pengurusnya. Pengurus inilah nanti yang akan mencoba membuat program-program kerja yang bisa disinergikan,” sambung Appi.
Selain membuka ruang kolaborasi program, Munafri juga mendorong pelajar Muhammadiyah memanfaatkan fasilitas Makassar Creative Hub (MCH) sebagai ruang pengembangan kapasitas dan keterampilan generasi muda.
Menurutnya, penguasaan teknologi dan literasi digital menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia siber yang semakin cepat. Pelajar perlu dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus mengenali berbagai risiko di ruang digital.
Ia menyoroti ancaman seperti judi online, pinjaman online ilegal, dan penipuan digital yang dapat menjerat generasi muda apabila tidak diimbangi pengetahuan dan kecakapan digital.
Di sisi lain, Munafri berharap IPM turut mengambil peran dalam merespons persoalan sosial di Kota Makassar. Aktivitas organisasi yang produktif dan edukatif dinilai dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun lingkungan pergaulan yang sehat.
Ia secara khusus menyinggung persoalan geng motor dan kekerasan terhadap anak yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan pelajar.
Menutup sambutannya, Appi berpesan agar pengurus IPM periode 2026–2028 menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, menjaga soliditas, dan saling mendukung dalam menjalankan program organisasi.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap organisasi pelajar tidak hanya menjadi ruang kaderisasi internal, tetapi juga mitra strategis dalam menyiapkan generasi masa depan sekaligus membantu menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat. (*)




Komentar