Trotoar.id, Wajo – Sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan, Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan program penanaman pohon berskala besar dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Program ini bertujuan untuk menanam lebih dari 2 juta pohon di seluruh wilayah, menjadikannya salah satu yang terbesar di Indonesia.
Kegiatan penanaman pohon ini berlangsung di Bendungan Gerak Tempe, Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, yang menjadi pusat kegiatan pada hari Senin, 22 April 2024.
Baca Juga :
Selain menandai komitmen Sulawesi Selatan terhadap keberlanjutan lingkungan, program ini juga menjadi simbol solidaritas dan aksi kolektif masyarakat dalam menjaga bumi.
“Dihuni oleh 8 miliar orang, bumi ini adalah rumah bersama kita. Pada Hari Bumi ini, kita mengirimkan pesan kuat untuk membangun kesadaran global. Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita juga bisa menikmati bumi ini,” kata Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin.
Meskipun Sulawesi Selatan memiliki kawasan hutan seluas 2.610.000 hektar, dengan sebagian besar lahan kritis dan sangat kritis, upaya rehabilitasi yang dilakukan belum cukup.
Oleh karena itu, inisiatif penanaman pohon ini menjadi sangat penting.
“Jika mengandalkan program rehabilitasi yang saat ini berjalan, kita akan membutuhkan waktu 187 tahun untuk pemulihan total. Setiap hari, lahan kritis dan rusak terus bertambah, sehingga langkah-langkah konkrit seperti ini sangat diperlukan,” jelasnya.
Dari total 2 juta bibit pohon yang ditanam, sebagian besar berasal dari berbagai instansi dan perusahaan, termasuk dari Persemaian Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulsel,
Persemaian BPTH, serta kontribusi dari perusahaan seperti PT. Vale, PT. PLN, Bank Sulselbar, dan lainnya.
“Ini adalah langkah konkret yang diambil oleh masyarakat Sulsel. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak,” tambahnya.
Program penanaman pohon ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, seiring dengan peluncuran Program Sedekah Pohon yang menanam berbagai jenis pohon dengan potensi ekonomi tinggi seperti sukun, durian, nangka madu, dan manggis.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memerangi perubahan iklim dan meningkatkan kesadaran lingkungan di Sulawesi Selatan.




Komentar