Pemda Bulukumba

Jadi Pilot Project ILP, Kemenkes Tinjau Puskesmas Bontobangun

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 17 Mei 2024 19:52

Jadi Pilot Project ILP, Kemenkes Tinjau Puskesmas Bontobangun

Teotoar.id, Bulukumba – Pemerintah Kabupaten Bulukumba, didukung oleh Kementerian Kesehatan bersama USAID-Momentum, melaksanakan program Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup.

Program ini dilaksanakan di Puskesmas Bontobangun dan Pustu Bontoharu Kecamatan Rilau Ale, dimulai sejak November 2023.

Dalam program ILP ini, semua warga, mulai dari balita, remaja, hingga lansia yang datang ke Puskesmas, Pustu, dan Posyandu akan disaring terkait kondisi kesehatannya.

Data kesehatan ini akan di update secara digital, memudahkan petugas kesehatan untuk mencegah atau mengantisipasi penyakit kronis.

Untuk memastikan kelancaran program, tim Kemenkes bersama USAID-Momentum melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada 15-16 Mei 2024.

Senior Program Manager USAID MOMENTUM Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Salwa Mochtar, MARS, menyatakan bahwa replikasi program ILP diharapkan minimal diterapkan di 10 Puskesmas di Kabupaten Bulukumba.

Selain di Puskesmas, layanan Pustu dan Posyandu juga perlu disiapkan dari segi infrastruktur, kebutuhan bahan medis habis pakai, dan pelatihan kader.

“Kami juga berharap ada kolaborasi lintas sektor seperti Dinas PMD dan Pokja PKK,” ungkap Salwa Mochtar.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi kunjungan yang juga dihadiri oleh Chief of Party USAID Momentum, Maryjane Lacoste. Andi Utta, sapaan akrab bupati, menyatakan bahwa program ILP sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang sehat dan lebih produktif.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun budaya sehat dengan mengubah cara pandang dan perilaku menuju Perilaku Hidup Sehat.

“Integrasi layanan kesehatan ini sangat penting untuk diwujudkan sebagai bagian dari transformasi pelayanan yang fokus pada aspek promotif dan preventif,” tambahnya.

USAID Momentum bersama para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten akan melakukan studi implementasi di beberapa kabupaten untuk mendapatkan solusi terkait isu-isu pelaksanaan model ILP.

Studi ini meliputi empat topik: terlihat antara puskesmas dan pustu-posyandu di Kabupaten Manggarai Barat, jaringan pelayanan pemerintah-swasta di Kabupaten Serang, supervisi fasilitatif di Kabupaten Deli Serdang, dan insentif kader berbasis kinerja di Kabupaten Bulukumba.

    Penulis : Addy

     Komentar

    Berita Terbaru
    Metro14 Mei 2026 22:12
    Pemprov Sulsel Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025
    MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan K...
    Politik14 Mei 2026 22:08
    Kaswadi Siap Sambut Konsolidasi Golkar di Soppeng, Target Perkuat Soliditas Jelang Musda
    MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menyatakan kesiapan penuh menyambut agenda konsolidasi DPD ...
    Politik14 Mei 2026 18:02
    Usman Marham Ajak Kader Jaga Solidaritas Jelang Musda Golkar Sulsel
    MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas dan kebersam...
    Metro14 Mei 2026 16:47
    178 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan, Pemkot Makassar Utamakan Pendekatan Humanis
    MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menertibkan sebanyak 178 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama puluhan tahun menempati fasilita...