Trotoar.id, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan mengadakan dialog interaktif dengan organisasi kepemudaan (OKP) mengenai tema “Gen-Z, Milenial, dan Politik Masa Depan” di pelataran Hotel Aryaduta pada Jumat, 1 Agustus 2024.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, dalam sambutannya menekankan peran krusial kaum muda dalam proses demokrasi.
Menurutnya, generasi muda merupakan penggerak utama dalam pergantian kepemimpinan, seperti yang terlihat pada Pemilu sebelumnya di mana anak muda aktif terlibat sebagai peserta dan pengawas.
Baca Juga :
“Masyarakat muda berperan penting dalam menciptakan pemilu yang aman dan terjaga kualitasnya. Keterlibatan mereka baik sebagai penyelenggara maupun sebagai pemilih menunjukkan komitmen mereka terhadap proses demokrasi,” jelas Mardiana
Dia berharap dialog ini akan memunculkan ide-ide baru dan kontribusi dari berbagai pihak untuk meningkatkan pengawasan partisipatif dalam proses pemilu.
“Kita perlu merumuskan strategi yang efektif untuk pengawasan politik, termasuk bagaimana anak muda bisa mengawasi praktik politik uang, proses kampanye, serta tahapan pemilihan,” tambahnya.
Forum ini dihadiri oleh sejumlah pembicara kunci, termasuk Usman Maulana dari GMNI Sulsel, Asrullah Dimas, Ketua Badko HMI Sulselbar, Andi Nasrullah dari PMII Sulsel, dan Sukrianto Kianto, Ketua Netfid Sulsel.
Mereka bersama puluhan perwakilan organisasi masyarakat dan kepemudaan di Sulsel turut berpartisipasi dalam diskusi ini
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan dan kesadaran generasi muda dalam politik, serta meningkatkan peran mereka dalam pengawasan dan integritas proses pemilu di masa depan.



Komentar