Trotoar.id, Makassar — Setelah berbagai spekulasi, akhirnya Muhammad Fauzi, anggota DPR RI dari Dapil Sulsel III, mengambil keputusan untuk maju sebagai bakal calon Bupati Luwu Utara (Lutra) dalam Pilkada 2024.
Keputusan ini diambil setelah adanya dorongan besar dari masyarakat dan mandat langsung dari DPP Partai Golkar.
Fauzi, yang akrab disapa Abang Fauzi, memutuskan untuk mendaftar di KPU sebagai bakal calon Bupati Lutra di detik-detik terakhir.
Baca Juga :
“Dengan mengucap Bismillah, saya akhirnya memutuskan untuk maju dalam Pilkada Lutra. Ini semua berkat desakan dari masyarakat dan perintah dari partai. Saya berharap bisa menjalani proses ini dengan baik dan meraih kemenangan yang diharapkan,” ujarnya.
Menurut Fauzi, awalnya dirinya dan keluarga telah memutuskan untuk melanjutkan pengabdiannya di DPR RI pada periode kedua. Fokusnya adalah membantu memenangkan calon yang diusung oleh Golkar.
Namun, situasi berubah ketika ratusan pesan dari berbagai tokoh masyarakat di hampir seluruh desa di Luwu Utara menginginkan dirinya maju di Pilkada.
“Semoga keputusan ini adalah pilihan yang terbaik bagi masyarakat Luwu Utara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fauzi menjelaskan bahwa kondisi internal Partai Golkar di Luwu Utara sempat tak menentu, terutama setelah beberapa simulasi pasangan calon tak menghasilkan keputusan final.
Situasi ini semakin rumit dengan mundurnya calon yang sebelumnya diusung Golkar untuk Pilkada.
“Kondisi inilah yang mendorong DPP Partai Golkar, melalui Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan Sekjen Sarmuji, untuk secara resmi menugaskan saya maju di Pilkada pada 27 Agustus lalu,” jelas Fauzi.
Sebagai suami dari Bupati Lutra saat ini, Indah Putri Indriani, Fauzi juga mengajak semua kandidat yang akan maju dalam Pilkada untuk menjaga etika dalam berkampanye, serta berkompetisi dengan cara yang santun dan demokratis.
Selama menjabat sebagai anggota DPR RI, Fauzi telah banyak menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program aspirasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bagi saya, yang paling penting adalah bagaimana terus melanjutkan pengabdian. Jabatan, apakah legislatif atau eksekutif, hanyalah alat untuk berbuat kebaikan. Yang utama adalah apa yang bisa kita lakukan untuk daerah dan masyarakat,” tutupnya.



Komentar