MAKASSAR, Trotoar.id — Ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena “Godzilla El Nino” membuat Pemerintah Kota Makassar meningkatkan status kewaspadaan.
Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), langkah siaga diperkuat dengan mengaktifkan tujuh posko dan mengerahkan puluhan armada untuk mengantisipasi kebakaran hingga krisis air bersih.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, menegaskan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi lebih berat, merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga :
Kondisi tersebut diprediksi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di lahan kering, serta memperparah potensi kekeringan di sejumlah wilayah.
“Fokus utama kami selama musim kemarau adalah kebakaran dan kekeringan. Karena itu, kami aktifkan posko siaga untuk memastikan respons cepat di lapangan,” ujar Fadli, Jumat (17/4/2026).
Tujuh posko yang disiagakan terdiri dari satu posko induk di Mako Jalan Ratulangi dan enam posko pendukung di kawasan Akarena, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Todopuli, serta Manggala.
Penyebaran ini dinilai strategis untuk mempercepat penanganan kondisi darurat di berbagai titik rawan.
Selain itu, Damkarmat juga menyiapkan sekitar 60 unit armada yang akan dioptimalkan tidak hanya untuk penanganan kebakaran, tetapi juga sebagai cadangan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
“Sebagian armada tetap fokus untuk kebakaran, tetapi kami juga siap membackup distribusi air bersih jika dibutuhkan,” jelasnya.
Fadli mengingatkan, kebakaran saat musim kemarau kerap dipicu hal sepele seperti puntung rokok atau pembakaran sampah di lahan kosong yang dipenuhi rumput kering.
“Ini yang sering jadi sumber api. Karena itu, kami minta masyarakat lebih waspada,” tegasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW untuk melakukan pengawasan dan pencegahan dini di area rawan kebakaran.
Di tengah kesiapsiagaan tersebut, Damkarmat turut mengakui masih adanya keterbatasan sarana.
Penanganan kebakaran kini semakin kompleks, termasuk potensi kebakaran baterai kendaraan listrik yang membutuhkan peralatan khusus seperti fire blanket yang saat ini belum dimiliki.
Selain itu, kebutuhan armada untuk wilayah perairan seperti fireboat juga menjadi perhatian, mengingat fasilitas yang tersedia masih terbatas pada perahu karet.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Makassar berharap dampak kemarau panjang dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus memastikan layanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan tetap optimal bagi masyarakat.



Komentar