Pilgub Sulsel

Tim Danny-Azhar Kritik Keras Pembatasan Debat Pilgub Sulsel, Masyarakat Dirugikan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 03 Oktober 2024 18:57

Tim Danny-Azhar Kritik Keras Pembatasan Debat Pilgub Sulsel, Masyarakat Dirugikan

Makassar, Trotoar.id – Tim pemenangan pasangan calon Gubernur Sulawesi Selatan Danny Pomanto dan Azhar Arsyad (DiA) menyatakan kekecewaan mereka terhadap jadwal debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang hanya akan digelar dua kali, yaitu pada 28 Oktober dan 10 November 2024.

Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel ini dinilai merugikan masyarakat yang ingin lebih mendalami kualitas dan visi kandidat sebelum memberikan suara.

Juru Bicara Tim Danny-Azhar, Asri Tadda, menekankan bahwa pembatasan debat bukan hanya berdampak pada keterbatasan informasi yang diterima publik, tetapi juga mengurangi kualitas demokrasi yang diharapkan masyarakat Sulawesi Selatan.

Menurutnya, debat yang hanya berlangsung dua kali ini terlalu singkat untuk memberikan ruang bagi masyarakat memahami “isi kepala” para kandidat secara mendalam.

“Debat itu momentum penting bagi masyarakat untuk menilai kemampuan serta gagasan calon pemimpin mereka. Dengan hanya dua kali debat, ruang bagi publik untuk mengevaluasi visi dan misi paslon menjadi sangat terbatas,” ujar Asri pada Kamis (3/10/2024).

Asri juga mempertanyakan keputusan KPU Sulsel yang mengurangi jumlah debat, padahal peraturan KPU memungkinkan hingga tiga kali debat.

Ia menyarankan agar KPU mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, terutama karena di tingkat Pilkada Kabupaten/Kota, debat dapat digelar hingga tiga kali.

“Kami merasa keputusan ini mencederai semangat demokrasi. Publik Sulsel berhak mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk menilai calon pemimpin mereka melalui debat publik yang lebih terbuka dan transparan,” tegasnya.

Tim Danny-Azhar juga mengusulkan agar debat diselenggarakan di beberapa wilayah utama Sulawesi Selatan, seperti Maminasata, Ajatappareng, Bosowa, Luwu Raya, Enrekang, Toraja Raya, hingga Jeneponto-Sinjai, guna menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh provinsi.

“Minimal, debat dilakukan di enam wilayah strategis Sulsel, sehingga masyarakat dari berbagai daerah bisa secara langsung mendengarkan dan membandingkan ide-ide para calon gubernur,” lanjut Asri.

Pasangan Danny-Azhar berharap agar KPU Sulsel dapat meninjau ulang keputusan ini demi menjaga kualitas demokrasi dan memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat untuk terlibat dalam proses politik secara lebih informatif dan transparan.

“KPU Sulsel perlu mempertimbangkan ulang. Jangan sampai keputusan ini mengurangi kualitas demokrasi di Sulawesi Selatan,” tutupnya.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro06 Juni 2026 19:26
Aliyah Mustika Ilham Usulkan Pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat di DPRD
MAKASSAR, TROTOAR.ID— Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengusulkan pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) di tingkat DPRD provin...
Nasional06 Juni 2026 19:15
Menaker Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Pekerja Penerima Upah
JAKARTA, Trotoar.id — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja pene...
News06 Juni 2026 18:00
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Sulsel Tanam 1.000 Mangrove di Selayar
SELAYAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di Lingkungan Matalallang, Kelurah...
Daerah06 Juni 2026 17:57
Gubernur Sulsel Buka Celebes Scooter Party XIX 2026 di Selayar, Tekankan Silaturahmi dan Promosi Wisata
SELAYAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka kegiatan Celebes Scooter Party XIX 2026 yang digelar d...