Luwu Raya

Mundur Dari DPR RI, Fauzi Dapat Kecaman dari KKLR, Talib: Ini Soal Kepentingan Besar Luwu Raya

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 06 Oktober 2024 15:41

Mundur Dari DPR RI, Fauzi Dapat Kecaman dari KKLR, Talib: Ini Soal Kepentingan Besar Luwu Raya

Makassar, Trotoar.id – Keputusan anggota DPR RI Muhammad Fauzi (MF) untuk mengundurkan diri demi mencalonkan diri dalam Pilkada Luwu Utara memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama dari tokoh-tokoh Luwu Raya.

Banyak pihak mengkritik langkah tersebut karena dinilai mengorbankan kepentingan Luwu Raya di tingkat nasional.

Salah satu kritik datang dari Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali.

Menurutnya, keberadaan Fauzi di DPR RI sangat penting dalam perjuangan membentuk Provinsi Luwu Raya, yang memerlukan dukungan kuat di tingkat pusat.

Hasbi menilai bahwa mundurnya Fauzi meninggalkan kekosongan yang signifikan dalam representasi politik Luwu Raya di Jakarta.

“Dengan mundurnya Fauzi, kini perwakilan Luwu Raya di DPR RI hanya tinggal satu, yakni Unru Baso dari Partai Gerindra.

Ini jelas memengaruhi perjuangan kita dalam mendorong agenda-agenda penting bagi Luwu Raya,” ujar Hasbi, Rabu (02/10).

Kritik serupa juga dilontarkan oleh Ir. Bachrianto Bachtiar, Ketua Bidang Kelautan, Perikanan, dan Pesisir Badan Pengurus Pusat (BPP) KKLR.

Ia menyebut Fauzi telah mengkhianati kepercayaan masyarakat Luwu Raya yang berharap banyak pada keterwakilannya di DPR RI, terutama dalam membangun infrastruktur di Luwu Utara yang masih tertinggal pasca bencana banjir.

“Luwu Utara membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat, terutama untuk pembangunan pascabanjir. Mundurnya Fauzi justru menghilangkan satu suara penting yang seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat,” ungkap Bachrianto, atau yang akrab disapa Opu Anto.

Namun, di tengah kecaman tersebut, muncul pandangan yang lebih nuansa dari Wakil Ketua Umum BPP KKLR, Abdul Talib Mustafa.

Menurut Talib, kritik terhadap Fauzi harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni kepentingan strategis Luwu Raya di level nasional.

“Jika kita melihat pernyataan Ketua KKLR Sulsel, Hasbi Syamsu Ali, harusnya dipahami dalam konteks perjuangan kepentingan Luwu Raya. Ini bukan sekadar tentang Pilkada Luwu Utara, tetapi lebih kepada harapan besar yang diletakkan pada Fauzi sebagai wakil rakyat di DPR RI,” ujar Talib saat diwawancarai di Makassar, Minggu (06/10).

Talib menegaskan bahwa kekecewaan masyarakat muncul karena besarnya harapan yang ditumpukan pada Fauzi.

KKLR selama ini menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan isu-isu Luwu Raya di tingkat pusat, sehingga wajar jika mundurnya Fauzi menimbulkan kekecewaan yang mendalam.

“Ini ibarat teori cinta, semakin besar harapan dan cinta yang diberikan, semakin besar pula kekecewaan ketika harapan itu tidak terpenuhi. Dan hal ini terasa lebih mendalam karena Fauzi dipilih oleh warga Luwu Raya, bukan daerah lain,” tambah Talib.

Talib juga menekankan bahwa ini bukan pertama kalinya ada tokoh Luwu Raya yang mencalonkan diri dalam Pilkada, namun kali ini konteksnya berbeda karena posisi Fauzi sebagai anggota DPR RI yang dianggap strategis.

“Sebelumnya ada banyak tokoh yang ikut Pilkada, seperti Sam Sumastono, Indah Putri, dan Triono, namun KKLR tidak mempermasalahkan itu. Kasus Fauzi berbeda, karena dia dipilih oleh masyarakat Luwu Raya untuk membawa aspirasi mereka ke pusat,” tutup Talib.

Dengan mundurnya Fauzi, perhatian kini tertuju pada bagaimana perwakilan Luwu Raya di Senayan bisa mempertahankan perjuangan untuk membentuk Provinsi Luwu Raya dan mendorong pembangunan di wilayah tersebut tanpa keterwakilan yang kuat. (*)

Penulis : Asri T/RLS

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen18 April 2026 00:19
Isu Layanan Publik dan Sampah Mengemuka, Irwan Hasan Dorong Warga Mariso Lebih Aktif
MAKASSAR, Trotoar.id – Persoalan pelayanan publik hingga darurat sampah kembali menjadi sorotan dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah y...
Politik17 April 2026 21:03
Musda Golkar Sulsel, Pertarungan Appi vs IAS
MAKASSAR, Trotoar.id — Peta persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian mengerucut. Dari empat nama yang semp...
Metro17 April 2026 20:49
Siaga “Godzilla El Nino”, Damkar Makassar Aktifkan 7 Posko dan 60 Armada
MAKASSAR, Trotoar.id — Ancaman kemarau ekstrem yang dipicu fenomena “Godzilla El Nino” membuat Pemerintah Kota Makassar meningkatkan status kewa...
Metro17 April 2026 20:09
31 Finalis ke Panggung Puncak, Makassar Serius Bidik Juara Umum MTQ Sulsel di Maros
MAKASSAR, Trotoar.id — Ambisi Kota Makassar merebut gelar juara umum di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Sel...