Sinjai, Trotoar.id – Dalam rangkaian kampanye politiknya di Kabupaten Sinjai, Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Azhar Arsyad, menunjukkan perhatian khusus terhadap pelestarian adat dan budaya lokal.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kunjungannya ke Rumah Adat Karampuang di Desa Tompobulu, Kecamatan Sinjai Tengah, Senin (7/10/2024).
Untuk mencapai rumah adat yang terletak di kawasan hutan di dusun Karampuang, Azhar bersama rombongannya harus menempuh perjalanan yang cukup menantang.
Baca Juga :
Medan berbatu dan terjal di wilayah pegunungan itu tidak menghalangi niatnya untuk bersilaturahmi dengan para pemangku adat, sebuah tradisi yang telah lama dijaga oleh masyarakat Karampuang.
Setibanya di lokasi, Azhar disambut hangat oleh Puang Mengga, salah satu tokoh adat penting yang memegang peranan sebagai Gella di komunitas ini.
Bersama keluarga besarnya, Puang Mengga mempersilakan Azhar naik ke rumah adat dengan melewati tangga kayu yang kokoh.
Di dalam rumah, Azhar dipasangkan songkok recca’, sebuah topi tradisional yang melambangkan kehormatan dan penghargaan terhadap tamu.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk belajar dan memahami nilai-nilai adat yang begitu kaya. Melestarikan adat seperti ini adalah tugas bersama, khususnya pemerintah,” ungkap Azhar setelah menerima songkok recca’ dari Puang Mengga.
Rumah adat yang dikunjungi Azhar merupakan salah satu dari dua rumah utama di Karampuang, yaitu rumah Gella, yang melambangkan tempat tinggal wanita dalam struktur adat masyarakat setempat.
Setiap detail rumah, mulai dari tiang-tiang besar hingga letak tangga dan dapur, memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan perempuan sebagai sumber kehidupan.
“Ada 30 tiang di rumah ini, masing-masing melambangkan 30 juz dalam Al-Qur’an,” jelas Puang Mengga dalam dialek Bugis.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa masyarakat Karampuang telah lama memadukan antara adat dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Azhar pun mengungkapkan kekagumannya terhadap kelestarian adat Karampuang dan berkomitmen untuk memastikan budaya ini tetap dijaga.
“Hukum adat adalah bagian dari hukum yang hidup dan harus terus dilestarikan. Pemerintah perlu memiliki political will yang kuat agar budaya seperti ini tetap terjaga,” tegasnya.
Kunjungan ke Karampuang juga merupakan bagian dari upaya Azhar untuk menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kebudayaan lokal di setiap daerah yang dikunjunginya.
Selain bertemu dengan pemangku adat, ia juga menyempatkan diri untuk mengunjungi pondok pesantren serta bertemu tokoh-tokoh agama di Sinjai, memperkuat jalinan hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.
Dengan kepeduliannya yang tinggi terhadap pelestarian budaya dan adat istiadat, Azhar Arsyad bertekad menjadikan kebudayaan lokal sebagai salah satu pilar utama dalam misinya sebagai Calon Wakil Gubernur Sulsel.



Komentar