
MAKASSAR, Trotoar.id – Lembaga Indikator Politik Indonesia (LIPI) mengungkap hasil survei terbaru pada Kamis (21/11/2024).
Penelitian ini menggunakan metode random sampling dengan melibatkan 800 responden dari 15 kecamatan di Kota Makassar.

Hasil survei tersebut menyoroti persaingan dua calon Wakil Wali Kota Makassar, yakni Ilham Ari Fauzi Amir Uskara (Daeng Tayang) dari pasangan calon nomor urut 3 dan Rezki Mulfiati Lutfi (Kiki) dari pasangan nomor urut 2.
Berdasarkan data, tingkat kesukaan publik terhadap Ilham Fauzi mencapai 70,8 persen, mengungguli Rezki Mulfiati yang memperoleh 65,9 persen.
“Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dan margin of error sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” ujar Rizka Halid, Peneliti Utama LIPI, dalam pemaparan virtual.
Perbedaan Latar Belakang dan Generasi

Kedua kandidat berasal dari generasi yang berbeda. Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, kelahiran Makassar tahun 1998, mewakili generasi Z. Sementara Rezki Mulfiati Lutfi, lahir di Parepare pada 1988, adalah bagian dari generasi milenial.
Dari segi pendidikan, Ilham Fauzi memiliki gelar Sarjana Teknik dari Universitas Indonesia (UI). Sebaliknya, Rezki Mulfiati tercatat sebagai lulusan SMA Negeri 2 Makassar.
Ilham Fauzi, yang baru terjun ke dunia politik, memiliki rekam jejak aktif dalam organisasi mahasiswa dan alumni.
Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Bidang di Ikatan Mahasiswa Sulawesi Selatan dan Presidium Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Tinggimoncong (kini SMA Negeri 5 Gowa).
Sebaliknya, Rezki Mulfiati memiliki pengalaman organisasi yang lebih kental dengan dunia politik.
Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kesehatan di DPW Partai Nasdem dan Wakil Ketua Gernita Malahayati Provinsi Sulawesi Selatan.
Meski baru pertama kali mencalonkan diri, Ilham Fauzi berhasil menarik perhatian masyarakat.
Hal ini kontras dengan Rezki, yang telah dikenal sebagai legislator Sulsel periode 2019-2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029 sebelum mengundurkan diri untuk mengikuti Pilkada.
Kendati demikian, hasil survei ini menegaskan bahwa faktor usia muda, pendidikan tinggi, dan keterlibatan dalam organisasi yang relevan dapat menjadi daya tarik bagi generasi baru pemilih di Kota Makassar.
Dengan persaingan yang semakin ketat, publik tentu akan menantikan langkah berikutnya dari kedua kandidat ini menjelang Pilkada Makassar 2024.


Komentar