Makassar, Trotoar.id – Ratusan siswa SMA dan SMK di Sulawesi Selatan (Sulsel) terancam tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.
Hal ini terjadi karena data mereka belum terinput dalam sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang menjadi syarat utama untuk mengikuti seleksi tersebut.
Kasus ini memicu protes dari para siswa, terutama di SMA 17 Makassar, di mana banyak siswa berprestasi merasa dirugikan karena tidak terdaftar dalam sistem.
Beberapa siswa bahkan menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada guru dan pihak sekolah.
“Kami sudah belajar mati-matian selama tiga tahun, berjuang demi masa depan kami, tetapi sekarang malah terancam tidak bisa ikut SNBP. Bagaimana nasib kami?” ujar seorang siswi dengan suara bergetar saat menyampaikan protesnya.
Menanggapi polemik ini, DPRD Sulsel, melalui Komisi E, berencana memanggil Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk meminta klarifikasi terkait kendala yang terjadi.
“Kami akan memanggil pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk menjelaskan mengapa ada 141 siswa yang belum terinput dalam sistem. Ini masalah serius yang bisa berdampak pada masa depan mereka,” kata Pattarai Amir, anggota Komisi E DPRD Sulsel.
Dinas Pendidikan Sulsel telah mengirim surat kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meminta akses penginputan data siswa yang belum terdaftar.
Berdasarkan surat bernomor 400.3.12.1/815/DISDIK, terdapat tiga sekolah yang mengalami kendala dalam penginputan data, yaitu:
- SMA 17 Makassar
- SMA 14 Gowa
- SMK 7 Makassar
Total jumlah siswa yang terdampak mencapai 141 orang. Hingga saat ini, pihak terkait masih menunggu tanggapan dari kementerian agar masalah ini segera terselesaikan dan para siswa tetap dapat mengikuti SNBP 2025.
DPRD Sulsel menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada siswa yang dirugikan akibat kelalaian administratif.




Komentar