MAKASSAR, TROTOAR.ID – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Bunda PAUD Sulsel menggelar Seminar Pencegahan Stunting pada Minggu, 16 Februari 2025, di Aula Tudang Sipulung, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Seminar yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan tiga pakar kesehatan sebagai narasumber utama:
- dr. Andi Indriaty Syaiful, Pj Ketua TP PKK Sulsel sekaligus Dokter Spesialis Anak.
- dr. Fadli Ananda, Dokter Spesialis Kandungan yang juga Wakil Ketua II Komisi E DPRD Sulsel.
- dr. Martira Maddepungeng, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial.
Dalam sambutannya, dr. Andi Indriaty Syaiful menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan agenda prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga :
“Pencegahan stunting menjadi fokus utama pemerintah karena menyangkut masa depan generasi penerus. Dengan skrining awal dan penanganan cepat, kita bisa mengurangi risiko yang dapat menghambat tumbuh kembang anak,” ujar dr. Andi Indriaty.
Ia juga menyoroti peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama melalui kader-kader PKK dari tingkat kelurahan hingga provinsi yang harus aktif dalam edukasi dan pemantauan pertumbuhan anak.
“Saya ingin semua kader PKK dari tingkat kelurahan hingga provinsi dapat memaksimalkan perannya. Dengan pencegahan dini, kita bisa menekan biaya pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak kita,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, dr. Andi Indriaty menjelaskan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan—dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun—adalah periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
“Saat lahir, perkembangan otak anak baru mencapai 25%, dan pada usia dua tahun sudah mencapai 80%. Ini menunjukkan betapa pentingnya nutrisi dan stimulasi yang optimal di masa ini,” paparnya.
Ia juga mengingatkan bahwa faktor risiko seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), serta kurangnya pemantauan pertumbuhan anak dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting.
Sementara itu, dr. Fadli Ananda menyoroti pentingnya edukasi bagi para ibu dalam perencanaan kehamilan untuk mencegah stunting.
“Banyak ibu yang mengalami kehamilan berulang hingga enam atau tujuh kali, padahal ini bisa menjadi faktor risiko tinggi bagi kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, edukasi mengenai perencanaan kehamilan yang baik sangat penting,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan Antenatal Care (ANC) minimal empat kali selama kehamilan, dengan jadwal sebagai berikut:
- Trimester pertama: 1 kali pemeriksaan.
- Trimester kedua: 1 kali pemeriksaan.
- Trimester ketiga: 2 kali pemeriksaan.
“Kehamilan bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan ibu dan bayi dalam kondisi sehat,” tambahnya.
Melalui seminar ini, TP PKK Sulsel dan Bunda PAUD Sulsel berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, tenaga kesehatan, dan kader PKK, diharapkan angka stunting di Sulsel dapat ditekan secara signifikan.
Kegiatan ini diikuti secara luring dan daring oleh penggerak PKK, tenaga kesehatan, serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan yang peduli terhadap isu stunting.
Seminar ini juga menjadi langkah nyata Pemprov Sulsel dalam mendukung program nasional untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.




Komentar