Pemda Sidrap

Bupati Sidrap Luncurkan Program Listrik Masuk Sawah untuk Dukung Swasembada Pangan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 12 Maret 2025 15:04

Bupati Sidrap Luncurkan Program Listrik Masuk Sawah untuk Dukung Swasembada Pangan

Sidrap, Trotoar.id – Pemerintah Kabupaten Sidrap terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, meresmikan Program Listrik Masuk Sawah di Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti, Rabu (12/3).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan listrik sebagai sumber energi irigasi.

Dalam peresmian tersebut, dilakukan penyalaan pompanisasi sawah bagi Kelompok Tani Kacoddae 1 serta penyerahan Renewable Energy Certificate (REC) kepada Kelompok Suyuti sebagai bentuk dukungan terhadap penggunaan energi terbarukan di sektor pertanian.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Kepala HSSE PLN UID Sulselrabar Edyansyah, Dandim 1420 Letkol Awaloeddin, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, Kadis Pertanian Ibrahim, Camat Baranti Bustaman, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Kepala HSSE PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa pompanisasi Kacoddae 1 merupakan bagian dari program elektrifikasi pertanian prioritas Kementerian Pertanian.

PLN hadir untuk menyediakan energi yang andal dan efisien guna meningkatkan produktivitas pertanian serta menekan biaya operasional petani,” ujarnya.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa program ini menjadi prioritas dalam pembangunan sektor pertanian di Sidrap.

Tahun ini, terdapat 32 unit pompa listrik yang akan tersebar di berbagai wilayah sebagai bagian dari program musim tanam ketiga setelah MT 1 dan MT 2 berjalan sukses.

Program ini bersifat mandiri agar pengurusannya lebih cepat dan efisien. Selain itu, dua tiang listrik di jalan masuk sawah akan dipasangi lampu penerangan untuk mendukung aktivitas petani,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan penggunaan pompa celup berukuran 3,5, satu unit mampu mengaliri hingga tujuh hektare sawah.

Dengan penerapan sistem ini, produksi padi yang sebelumnya 5,5 ton per hektare diharapkan meningkat menjadi 7 ton per hektare.

Biaya operasional yang sebelumnya mencapai Rp2,9 juta per hektare dengan bahan bakar solar dan LPG kini dapat ditekan menjadi Rp1,8 juta per hektare dengan listrik,” tambahnya.

Pemkab Sidrap juga berencana mengoptimalkan lahan tadah hujan agar lebih produktif melalui skema listrik masuk sawah.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut serta mendorong kesejahteraan petani.

Program Listrik Masuk Sawah di Baranti menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sidrap dalam mendukung Nawacita swasembada pangan dan mendorong pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Penulis : Nono

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Agustus 2026 14:03
Nama Diusulkan Jadi Bendahara Golkar Sulsel, Amirullah Serahkan Keputusan ke DPP
MAKASSAR, Trotoar.id — Amirullah Nur Saenong menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait kemungkinan dirinya dipe...
Politik30 Agustus 2026 13:36
NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu...
News30 Agustus 2026 13:32
Belajar dari CMC Tiga Warna, Dua Desa Donggala Siapkan Model Ekowisata Berkelanjutan
MALANG, Trotoar.id — Desa Lalombi dan Desa Tolongano, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan model pengembangan ekowisata yang tidak ...
Politik30 Agustus 2026 12:16
NasDem Sulsel Bekali 152 Anggota Fraksi, Komunikasi Politik Diminta Tetap Berpijak pada Kondisi Masyarakat
MAKASSAR, Trotoar.id — DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan memberikan pendidikan politik kepada 152 anggota Fraksi NasDem yang tersebar di DPRD tingk...