Pemprov Sulsel

Sekda Sulsel Bahas Kelangkaan Kayu Bitti dan Pengembangan Kawasan Wisata Rimba Bitti Pandala

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 20 Maret 2025 20:42

Sekda Sulsel Bahas Kelangkaan Kayu Bitti dan Pengembangan Kawasan Wisata Rimba Bitti Pandala

Makassar, Trotoar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menerima kunjungan pendiri Rimba Bitti Pandala Takalar, Baharuddin Abidin, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (20/3/2025).

Pertemuan ini membahas dua isu utama, yakni kelangkaan kayu Bitti sebagai bahan dasar pembuatan perahu Pinisi dan pengembangan kawasan wisata berbasis konservasi di Rimba Bitti Pandala, Takalar.

Kayu Bitti (Vitex cofassus) merupakan jenis kayu unggulan Sulawesi Selatan yang menjadi bahan utama pembuatan perahu Pinisi di Bulukumba.

Baca Juga  Vegas Lounge Wine And Beer House Claro Makassar Langgar PPKM, Plt Kasatpol PP: Belum Disegel

Namun, ketersediaan kayu ini semakin berkurang, bahkan kini sebagian bahan baku Pinisi harus didatangkan dari luar daerah.

“Tadi saya menerima Prof. Baharuddin, seorang aktivis lingkungan, yang menyampaikan bahwa kayu Bitti sebagai bahan dasar pembuatan Pinisi mulai langka. Ini menjadi tantangan besar bagi kelangsungan warisan budaya maritim kita,” ujar Jufri Rahman.

Kayu Bitti banyak ditemukan di Bantaeng, Enrekang, Bone, Bulukumba, Sidrap, dan Selayar, sementara pengumpulan benihnya dilakukan di Bulukumba dan Bone.

Saat ini, Rimba Bitti Pandala telah mengelola lahan seluas tujuh hektare untuk pengembangan kayu Bitti dan memiliki stok bibit sekitar satu ton yang siap disebarluaskan.

Baca Juga  Usul Formasi PPPK Guru Lebih 10 Ribu, PGRI : Gubernur Andi Sudirman Berbicara Atas Nuraninya

“Bibit kayu Bitti yang disiapkan ini diharapkan bisa membantu menjadikan Bitti sebagai pohon endemik Sulawesi Selatan. Upaya ini sangat penting untuk melestarikan kayu ini sebagai warisan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Jufri Rahman.

Selain membahas kelangkaan kayu Bitti, pertemuan ini juga menyoroti pengembangan Kawasan Wisata Rimba Bitti Pandala sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan.

Baca Juga  Satgas PON Sulsel Gandeng Garuda untuk Keberangkatan Kontingen ke Papua

Kawasan ini dirancang untuk menjadi healing forest atau hutan pemulihan, serta tempat kegiatan outing class bagi pelajar dan kegiatan luar ruangan (outbound).

Pendiri Rimba Bitti Pandala, Baharuddin Abidin, menjelaskan bahwa konsep kawasan wisata ini bertujuan untuk menarik minat generasi muda agar lebih mengenal alam dan pentingnya konservasi hutan.

“Kami berharap dapat berkontribusi dalam pembangunan hutan pendidikan dan healing forest sebagai bagian dari upaya pelest

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...