MAKASSAR, TROTOAR.ID – Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari fraksi PKS, Yenni Rahman, mengungkapkan kekecewaannya dalam rapat paripurna terkait ketidakhadiran Gubernur Sulsel.
Menurutnya, kepala daerah seharusnya hadir langsung dan tidak mewakilkan melalui asisten atau sekretaris daerah.
Dalam rapat paripurna, Tennu Rahman menegaskan agar ke depan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur di ruang paripurna tidak diduduki oleh utusan atau asisten, melainkan oleh pejabat yang benar-benar mewakili pemimpin daerah.
Baca Juga :
“Kedepannya kursi Gubernur dan Wakil yang ada di atas tidak bisa lagi diduduki oleh asisten, minimal sekretaris daerah yang dapat duduk di atas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perbedaan penanganan rapat paripurna di tingkat kota, misalnya di Makassar, sudah membuktikan bahwa kehadiran pimpinan daerah sangat penting.
Di kota tersebut, minimal Sekda yang mewakili Walikota selalu hadir dalam setiap rapat sebagai bentuk penghormatan terhadap agenda penting mendengarkan aspirasi masyarakat melalui hasil reses.
Yannei Rahman pun menuntut agar Gubernur Sulsel lebih menghargai undangan rapat paripurna DPRD.
Menurutnya, rapat paripurna merupakan forum strategis yang menyerap aspirasi masyarakat, sehingga kehadiran pimpinan daerah sangat dibutuhkan guna menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Dengan pernyataan tegas ini, Tennu Rahman berharap agar pihak eksekutif dapat segera melakukan perbaikan dalam komunikasi serta partisipasi dalam forum legislatif demi terwujudnya sinergi dalam pelayanan publik di Sulawesi Selatan.




Komentar