Luwu Utara , Trotoar.id — Sebanyak 16 komunitas pecinta alam dari berbagai daerah di Tana Luwu berkumpul dalam kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Navigasi Darat yang berlangsung selama tiga hari, dari 2 hingga 4 Mei 2025.
Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Maipi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara.
Latgab ini menjadi momentum penting untuk membangun kembali simpul silaturahmi antar komunitas pecinta alam yang sempat terputus, sekaligus memperkuat kembali semangat konservasi lingkungan hidup.
Kegiatan yang digagas oleh komunitas lokal ini didukung oleh Karang Taruna Wai Tallo Maipi serta Celebes Navigator, dengan agenda utama pelatihan navigasi darat, diskusi lingkungan, dan aksi penghijauan.
“Salah satu tujuan utama Latgab ini adalah menyatukan kembali para pecinta alam yang sudah lama tidak berkumpul. Selain itu, kami ingin menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya konservasi lingkungan,” ungkap Hafis, salah satu pengurus komunitas pecinta alam Luwu Utara.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga melakukan penanaman pohon di bantaran sungai Maipi sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem yang terdampak banjir bandang besar pada tahun 2020 lalu.
“Penanaman ini merupakan simbol komitmen kami untuk terus menjaga kelestarian alam, sekaligus upaya nyata memulihkan lingkungan pasca-bencana,” tambah Hafis.
Latgab ini tidak hanya diikuti oleh komunitas dari Luwu Utara, tetapi juga melibatkan relawan SAR dan komunitas pemuda pecinta alam dari Kota Palopo dan Kabupaten Luwu Timur.
Kebersamaan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih besar.
Sebagai tindak lanjut, panitia pelaksana berencana menggelar Jambore Pecinta Alam se-Tana Luwu dalam waktu dekat.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan dan membangun sinergi lintas komunitas pecinta alam di wilayah Tana Luwu.




Komentar