Makassar, Trotoar.id — Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Dr. Mahmud, Haslinda, dan Lukman B. Kady, menerima aspirasi dari massa aksi yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mahasiswa dan Pelajar Peduli Rakyat Papua (FSMP-PRP) serta kelompok Justice For Tobias Silak, Senin (tanggal disesuaikan).
Penyampaian aspirasi ini diawali dengan aksi unjuk rasa yang digelar sejak pukul 10.00 Wita. Massa yang berjumlah sekitar 40 orang memulai long march dari kawasan Fly Over Jalan Urip Sumoharjo dan berakhir di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar.
Dalam aksinya, para demonstran menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Papua.
Mereka menyoroti isu-isu penting seperti pengungsian warga akibat operasi militer, dugaan kriminalisasi terhadap para pembela HAM, serta penembakan terhadap Tobias Silak, S.I.Kom., staf Bawaslu yang disebut menjadi korban kekerasan bersenjata.
Koordinator lapangan aksi, yang memperkenalkan diri sebagai Kapten, memimpin langsung penyampaian tuntutan kepada perwakilan DPRD.
Aspirasi mereka diterima secara resmi di ruang aspirasi DPRD Sulsel sebagai bentuk keterbukaan lembaga legislatif terhadap berbagai persoalan yang disuarakan masyarakat.
Anggota DPRD Sulsel menyatakan bahwa lembaga ini berkomitmen untuk menjadi saluran aspirasi rakyat, termasuk dalam menyikapi persoalan kemanusiaan dan hak asasi manusia di berbagai daerah, termasuk Papua.
“Kami menghargai semangat adik-adik mahasiswa dan pelajar yang peduli terhadap isu kemanusiaan. Apa yang disampaikan hari ini akan kami teruskan ke pihak-pihak terkait untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut,” ujar salah satu anggota DPRD saat audiensi berlangsung.
Penerimaan aspirasi ini mencerminkan peran DPRD sebagai lembaga representatif yang tidak hanya menangani isu lokal, tetapi juga terbuka terhadap dinamika nasional yang menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.



Komentar