Pemda Luwu

Pemkab Luwu Luncurkan Pedoman Strategi KPP untuk Percepatan Penurunan Stunting

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 19 Juni 2025 18:55

Pemkab Luwu Luncurkan Pedoman Strategi KPP untuk Percepatan Penurunan Stunting

Luwu Trotoar.id – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan dan mendiseminasikan Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) sebagai langkah konkret dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di daerah.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara, pada Kamis (19/6/2025).

Acara ini terselenggara atas kolaborasi antara Pemkab Luwu, UNICEF, dan Yayasan Jenewa Institute.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Luwu, Drs. H. Sulaiman, MM, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding, Ketua DWP Hj. Kartini Sulaiman, Direktur Jenewa Institute Surahmansah, S.Gz., M.PH, serta sejumlah kepala OPD, Kepala BPS Luwu, dan perwakilan Kemenag Luwu.

Baca Juga  Sekda Dukung Penerapan Aplikasi Sipemandu di DPMPTSP Luwu

Dalam sambutannya, H. Sulaiman mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Luwu menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting sebesar 22,8%, naik menjadi 26,7% pada 2022, dan kembali meningkat menjadi 32,1% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

“Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tapi menyangkut masa depan generasi kita. Anak yang mengalami stunting akan kesulitan berkembang optimal baik secara fisik maupun kognitif,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan stunting memerlukan pendekatan lintas sektor dan partisipatif. Pemerintah dan masyarakat perlu menjalankan gerakan perubahan perilaku yang menyentuh aspek pola pikir, gaya hidup, dan budaya.

Peluncuran pedoman KPP ini merupakan bagian dari implementasi Pilar Kedua Strategi Nasional Penurunan Stunting, yakni peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat.

“Dokumen ini memuat segmentasi sasaran, pesan-pesan kunci, pendekatan komunikasi yang sesuai dengan budaya lokal, serta sistem koordinasi lintas sektor,” jelas H. Sulaiman.

Ia berharap pedoman ini dapat digunakan secara efektif oleh berbagai pihak—mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga media lokal—untuk menyampaikan pesan edukatif secara konsisten dan membumi.

“Komunikasi yang tepat dan berkelanjutan adalah kunci untuk mengubah perilaku masyarakat menuju pola hidup sehat demi tumbuh kembang anak yang optimal,” tutupnya.

Direktur Jenewa Institute, Surahmansah, juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam program prioritas nasional penurunan stunting di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“UNICEF dan Jenewa Institute mendukung penuh penerapan strategi KPP di Provinsi Sulsel dan kabupaten/kota, termasuk di Luwu. Ini sejalan dengan enam pilar strategi nasional stunting, khususnya kampanye perubahan perilaku,” ujarnya.

Pada momen tersebut, Jenewa Institute secara simbolis menyerahkan buku Pedoman Strategi KPP kepada Sekda Luwu yang kemudian diteruskan kepada Ketua TP PKK, DWP, dan para pimpinan OPD terkait.

Baca Juga  Lepas Kontingen KTNA Ke Padang, Bupati Luwu Minta Petani Petik Ilmu Di Ajang Penas 2023

Acara ditutup dengan sesi diseminasi oleh dr. Djunaidi M. Dachlan, M.S., ahli gizi dari Universitas Hasanuddin, yang menyampaikan strategi komunikasi efektif dalam mendukung program percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Baca Juga  Bantaeng Teken MoU Refocusing Anggaran Dana Desa dengan APH
Penulis : Any

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...