DPRD Sulsel

DPRD Sulsel Gelar RDP Soal Tambang Galian C di Toraja Utara

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 24 Juni 2025 18:40

DPRD Sulsel Gelar RDP Soal Tambang Galian C di Toraja Utara

Makassar, Trotoar.id — Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan terkait aktivitas tambang galian C milik CV. Bangsa Damai yang beroperasi di Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara.

RDP ini dilaksanakan pada Selasa, 24 Juni 2025, mulai pukul 10.00 Wita, bertempat di Ruang Rapat Komisi D, lantai 6 Gedung Tower DPRD Sulsel. Rapat dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan perusahaan, masyarakat, serta dinas teknis dari pemerintah daerah

Digelarnya RDP ini merupakan respons DPRD atas laporan masyarakat yang mengeluhkan dampak negatif aktivitas tambang terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitar wilayah operasional CV. Bangsa Damai.

Baca Juga  Usai Bertemu KPK, Pansus Angket Akan Keluarkan Rekomendasi

Warga menyoroti isu seperti pencemaran lingkungan, kerusakan infrastruktur, serta potensi gangguan kesehatan akibat operasional tambang.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel menegaskan bahwa forum ini penting untuk menghimpun keterangan dari semua pemangku kepentingan secara menyeluruh.

Hal ini guna memastikan bahwa pengambilan keputusan DPRD nantinya berpijak pada data dan fakta yang objektif.

“Kami mendengar langsung aspirasi masyarakat dan klarifikasi dari pihak perusahaan. Komisi D berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan kelestarian lingkungan,” ujar Kadir Halid Ketua Komisi D dalam rapat tersebut.

Komisi D, yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup, menilai bahwa setiap aktivitas pertambangan harus mematuhi regulasi dan tidak mengorbankan hak masyarakat sekitar.

Baca Juga  Walikota Makassar Hadiri Peresmian Kantor Baru Kejari Makassar

Oleh karena itu, DPRD akan mengevaluasi dokumen perizinan, Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), serta legalitas operasional tambang.

“Kami tidak ingin ada praktik pertambangan yang merugikan masyarakat. Jika terbukti melanggar, tentu kami akan merekomendasikan penghentian aktivitas tambang,” tegas perwakilan DPRD lainnya.

RDP ini menjadi bukti nyata bahwa DPRD Sulsel menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan berpihak pada kepentingan publik.

Baca Juga  Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid Hadiri Rapat Penyusunan DIM RUU Perkotaan

DPRD menegaskan bahwa pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan secara berkelanjutan, tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

DPRD juga akan terus memantau perkembangan di lapangan dan tidak menutup kemungkinan untuk meninjau langsung lokasi tambang jika diperlukan.

Rekomendasi final dari Komisi D akan disampaikan setelah seluruh informasi dan dokumen teknis ditelaah secara komprehensif.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen08 November 2026 00:28
Ranperda APBD Sulsel 2027, Gubernur Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2027 memasuki ta...
Politik07 November 2026 20:26
Target Rampung Sebelum 2027, Golkar Makassar Bentuk Panitia Musda, Ismail Ditunjuk Pimpin OC
MAKASSAR,, TROTOA.ID— DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mempercepat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) dengan membentuk struktur kepanitiaan...
Daerah07 November 2026 19:16
Lepas Kontingen Porprov XVIII, Bupati Sidrap Bidik 10 Besar dan Targetkan 10 Emas
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 202...
Metro07 November 2026 18:55
Gebyar HUT ke-419 Makassar, Dispora Hadirkan Padel, Golf, Memancing hingga Youth Move Lab
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi kota, tetapi juga ruan...