
MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung politik Sulawesi Selatan mulai diramaikan oleh manuver sejumlah politisi yang bersiap menaikkan level pertarungan menuju Senayan.
Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian adalah Vonny Ameliani Suardi, politisi perempuan Partai Gerindra yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Sulawesi Selatan.
Bagi Vonny, langkah menuju DPR RI bukan sekadar mencoba peruntungan. Dua periode berada di parlemen provinsi menjadi modal politik yang ingin dibawanya ke pertarungan yang lebih besar.

Vonny secara terbuka mengungkapkan niatnya untuk bertarung pada Pemilu Legislatif mendatang melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan I.
“Insyaallah mencoba bertarung di Dapil Sulsel I untuk DPR RI. Mohon doanya,” kata Vonny.
Keputusan tersebut menandai babak baru perjalanan politik Vonny. Setelah dua periode berkutat di DPRD Sulsel, kini ia mulai membidik panggung politik nasional dengan membawa pengalaman, jaringan, serta basis dukungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Dapil Sulsel I bukan arena yang ringan. Perebutan kursi DPR RI di wilayah ini dikenal dinamis dengan persaingan yang ketat.

Setiap kandidat dituntut tidak hanya memiliki kendaraan politik, tetapi juga basis suara, jaringan pemenangan, dan kemampuan menjaga kedekatan dengan masyarakat.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat Vonny gentar. Ia justru melihat pertarungan di Dapil Sulsel I sebagai kesempatan untuk memperjuangkan keterwakilan perempuan Sulawesi Selatan di parlemen nasional.
Menurut Vonny, perempuan juga harus memiliki ruang yang lebih besar dalam menentukan arah kebijakan di tingkat nasional.
Karena itu, kehadirannya di kontestasi DPR RI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat keterwakilan perempuan Sulsel di Senayan.
Modal lainnya adalah pengalaman politik selama dua periode sebagai legislator Sulsel.
Dalam rentang waktu tersebut, Vonny tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat di berbagai wilayah yang menjadi basis politiknya.
Sebagian wilayah yang masuk Dapil Sulsel I juga bukan kawasan yang asing bagi Vonny. Jejaring yang terbentuk selama berada di DPRD Sulsel menjadi modal awal untuk memasuki pertarungan menuju Senayan.
Di sinilah kekuatan Vonny akan diuji. Basis suara yang sebelumnya cukup untuk mengantarkannya ke DPRD Sulsel harus kembali dikonsolidasikan, bahkan diperluas, karena pertarungan DPR RI memiliki cakupan pemilih dan tingkat kompetisi yang berbeda.
Vonny juga membawa citra sebagai politisi yang selama ini dikenal memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Kedekatan dengan konstituen menjadi salah satu kekuatan yang ingin dipertahankannya ketika memasuki arena politik nasional.
Baginya, menjadi legislator bukan hanya tentang memenangkan kontestasi, tetapi bagaimana tetap hadir dan mendengarkan persoalan masyarakat.
Aspirasi dari bawah itulah yang menjadi salah satu bekal ketika dirinya memutuskan untuk melangkah menuju Senayan.
Sebagai kader Gerindra, langkah Vonny juga akan menarik perhatian dalam peta politik internal partai.
Gerindra memiliki kepentingan memperkuat perolehan kursi DPR RI di Sulawesi Selatan, sementara kehadiran kader perempuan seperti Vonny dapat menambah pilihan figur yang ditawarkan kepada pemilih.
Meski demikian, jalan menuju Senayan jelas tidak mudah. Vonny harus berhadapan dengan sejumlah nama yang memiliki basis politik kuat, jaringan luas, dan pengalaman panjang dalam kontestasi elektoral.
Pertarungan tersebut sekaligus akan menguji apakah modal dua periode di DPRD Sulsel mampu dikonversi menjadi suara untuk DPR RI.
Vonny kini berada pada fase politik yang berbeda. Jika sebelumnya ia bertarung untuk mempertahankan kursi di parlemen provinsi, kali ini targetnya jauh lebih tinggi: merebut satu kursi di Senayan melalui Dapil Sulsel I.
Pengalaman dua periode, jaringan politik, kedekatan dengan masyarakat, serta kendaraan Partai Gerindra menjadi modal yang kini berada di tangan Vonny.
Tantangannya adalah bagaimana seluruh modal tersebut disatukan menjadi kekuatan elektoral.
Sebab di arena Dapil Sulsel I, popularitas saja tidak cukup. Kandidat membutuhkan basis suara yang solid dan jaringan yang mampu bekerja hingga tingkat akar rumput.
Jika langkahnya benar-benar terealisasi, Vonny Ameliani Suardi akan menjadi salah satu politisi perempuan yang ikut mewarnai pertarungan menuju Senayan dari Sulawesi Selatan.
Kini, pertanyaan politiknya bukan lagi apakah Vonny berani naik kelas dari DPRD Sulsel menuju DPR RI. Ia sudah menyatakan siap mencoba.
Pertanyaan berikutnya adalah seberapa kuat modal politik dua periodenya mampu menembus ketatnya pertarungan Dapil Sulsel I.


Komentar