MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih Ketua DPD I yang baru pada akhir Agustus 2025.
Kabar mengenai jadwal Musda ini mulai ramai beredar di kalangan internal kader, memanaskan bursa calon pimpinan partai berlambang beringin tersebut.
Meski informasi jadwal telah santer terdengar, Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Marzuki Wadeng, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Prinsipnya kapan pun jadwal dari DPP ditetapkan, kami siap melaksanakan. Jangankan akhir Agustus, awal pun kami siap. Intinya, Golkar Sulsel selalu siap,” tegas Marzuki kepada media, Sabtu (27/7/2025).
Dalam Musda nanti, DPP Partai Golkar akan menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan yang mencakup seluruh tahapan, termasuk pendaftaran bakal calon Ketua DPD I.
Sesuai aturan partai, setiap bakal calon ketua DPD I wajib mengantongi minimal 30 persen dukungan dari DPD II tingkat kabupaten/kota sebagai syarat mutlak untuk mendaftar.
Sejumlah tokoh beken mulai disebut-sebut sebagai bakal calon kuat dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel. Di antaranya:
Munafri Arifuddin (Wali Kota Makassar), Adnan Purichta Ichsan (Mantan Bupati Gowa) Ilham Arief Sirajuddin (mantan Wali Kota Makassar) Supriansyah, (Kader senior Golkar Sulsel)
Keempat figur ini sudah mulai intens membangun komunikasi dengan pemilik suara di Musda, termasuk melakukan pendekatan strategis kepada pengurus DPD II kabupaten/kota.
Tidak hanya itu, beberapa kandidat bahkan disebut tengah menjajaki restu politik dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, guna memperoleh diskresi politik sebagai modal tambahan untuk maju dalam kontestasi.
Peta persaingan diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat masing-masing kandidat memiliki basis dukungan yang kuat, baik di akar rumput maupun elite partai.
Pengamat politik menilai bahwa arah dukungan dari DPP Golkar akan menjadi kunci penentu dalam Musda kali ini.
Diskresi Ketua Umum disebut-sebut bisa mengunci peta kekuatan politik dan menentukan siapa yang akhirnya terpilih memimpin Golkar Sulsel lima tahun ke depan.
Musda ini bukan hanya ajang regenerasi, tetapi juga momentum penting bagi Golkar Sulsel untuk menyolidkan barisan menjelang Pemilu 2029.




Komentar