DPRD MAKASsAR

DPRD Makassar Gelar RDP, Ungkap Dugaan Pungli dan Jual Beli Seragam Sekolah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 02 Agustus 2025 17:25

DPRD Makassar Gelar RDP, Ungkap Dugaan Pungli dan Jual Beli Seragam Sekolah
DPRD Makassar Gelar RDP, Ungkap Dugaan Pungli dan Jual Beli Seragam Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id – Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan jual beli seragam sekolah, yang mencuat dari keluhan masyarakat terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menegaskan pihaknya tidak akan main-main dalam mengawal kasus tersebut. Ia bahkan menyatakan siap merekomendasikan sanksi tegas jika terbukti ada pejabat atau pihak sekolah yang terlibat.

“Ini harus jadi perhatian serius. Tidak semua orang tua mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Negara wajib hadir untuk memastikan akses pendidikan yang adil,” tegas Ari.

Dalam forum tersebut, mencuat laporan mengejutkan terkait dugaan pungli di SMP Negeri 6 Makassar. Orang tua siswa mengaku diminta uang hingga Rp15 juta agar anaknya bisa diterima.

Ari mengecam keras praktik itu. “Jika ini terbukti, kami akan minta Kepala Sekolahnya dicopot. Sekolah seharusnya menjadi ruang mencerdaskan anak bangsa, bukan tempat mencari keuntungan,” ujarnya.

Selain pungli, perwakilan Laskar Merah Putih (LMP) Sulsel, Anto, juga menyoroti dugaan manipulasi data domisili pada jalur zonasi PPDB. Ia menyebut ada siswa yang diterima di sekolah favorit meski alamat dalam Kartu Keluarga (KK) jauh dari lokasi sekolah.

“Koordinat rumah dan sekolah tidak masuk akal, tapi siswa tetap lolos zonasi. Kami juga menemukan bukti percakapan dan transfer uang yang mengarah pada praktik pungli,” beber Anto.

Di sisi lain, Koordinator Relawan Sulawesi Pejuang Amanah (RESOPA), Syarifuddin Borahima, mengungkap dugaan praktik jual beli seragam sekolah. Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara kualitas kain dengan nilai anggaran yang dikeluarkan. Ia juga menyoroti adanya penyedia jasa yang bukan berasal dari UMKM resmi.

Merespons berbagai aduan tersebut, Ari Ashari Ilham memastikan DPRD Makassar akan menindaklanjuti temuan yang ada.

“Kami akan kawal agar sekolah benar-benar menjadi ruang aman, inklusif, dan bebas dari praktik yang merugikan orang tua maupun siswa,” pungkasnya.

Kini, publik menanti langkah konkret DPRD Makassar dalam mengungkap polemik PPDB yang dinilai telah mencederai keadilan pendidikan di kota ini. (*)

Penulis : Uppiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 April 2026 14:27
Munafri Tinjau Urban Farming di Tamalate dan Wajo, Dorong Kemandirian Pangan Warga
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus mendorong penguatan program urban farming sebagai solusi inovatif di tengah keterbatasan lah...
Nasional30 April 2026 14:21
Tiga WNI Yang Menggunakan Rompi Petugas Haji Diamankan Aparat Arab Saudi
Makassar, Trotoar.id — Tiga warga negara Indonesia (WNI) diamankan aparat kepolisian Arab Saudi setelah diduga terlibat dalam praktik promosi layana...
Daerah29 April 2026 22:20
Sekda Sidrap Sampaikan Aspirasi Penataan HGU di Rakor Pencegahan Korupsi
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Rahmat Saleh, mewakili Bupati Sidrap, menyampaikan aspirasi stra...
Daerah29 April 2026 22:18
Sekda Sidrap Pantau Seleksi Terbuka JPTP, Ketua DPRD Ikut Awasi Proses
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Rahmat Saleh, memantau langsung pelaksanaan seleksi terbuka peng...