MAKASSAR, Teotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Yokohama, Jepang, dalam proyek Zero Carbon City yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.
Kick-off kerja sama ini ditandai dengan kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, bersama delegasi Pemerintah Kota Yokohama, di Balai Kota Makassar, Senin (4/8/2025).
Pertemuan tersebut sekaligus membuka fase baru kolaborasi bilateral yang berfokus pada pengembangan sistem transportasi dan energi berkelanjutan di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut hangat rombongan dan menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama yang tidak hanya berada di tingkat nasional, tetapi juga perlu diwujudkan secara lokal dan kolaboratif.
“Makassar terus bertransformasi menjadi kota yang adaptif terhadap tantangan masa depan, termasuk krisis iklim global. Kolaborasi ini adalah langkah penting dalam mewujudkan kota yang rendah emisi dan ramah lingkungan,” kata Munafri.
Proyek Zero Carbon City merupakan bagian dari kemitraan city-to-city antara Makassar dan Yokohama yang telah dijalin sejak tahun 2023. Program ini difokuskan pada empat sektor utama:
- Pengembangan transportasi publik rendah emisi,
- Efisiensi energi pada bangunan publik,
- Integrasi teknologi energi terbarukan seperti panel surya dan sistem kelistrikan pintar, serta
- Peningkatan kapasitas SDM dan pertukaran teknologi antar kedua kota.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Jepang Ohashi Koichi menyatakan apresiasinya terhadap Pemerintah Kota Makassar yang terus menunjukkan komitmen nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh pemerintah Jepang dalam mendorong kerja sama serupa di berbagai negara.
“Melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan praktik baik, kami yakin proyek ini akan menjadi model kolaborasi kota-kota di Asia dalam menekan emisi karbon,” ujar Ohashi.
Ia menambahkan bahwa proyek ini telah memasuki tahun kedua dan selama ini Pemerintah Kota Makassar aktif mengikuti pelatihan, workshop, serta menjalin koneksi dengan berbagai perusahaan Jepang yang bergerak di bidang energi dan teknologi ramah lingkungan.
Rencana jangka pendek dalam kerja sama ini mencakup penyusunan roadmap bersama serta pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) di sejumlah wilayah strategis di Kota Makassar.
Melalui proyek ini, Makassar diharapkan dapat mempercepat implementasi kebijakan nol emisi karbon, sekaligus menjadi role model bagi kota-kota lain di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan iklim sekaligus membuka peluang inovasi menuju masa depan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Munafri.




Komentar