MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Rachmatika Dewi, menyampaikan bahwa sekretariat DPRD akan segera mendirikan tenda darurat di area kantor dewan.
Tenda tersebut difungsikan sebagai tempat mengidentifikasi dokumen dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan pascainsiden kebakaran pada 29 Agustus 2025 lalu.
Meski sebagian besar gedung hangus terbakar, menurut Rachmatika, masih ada sejumlah ruangan yang relatif tidak terdampak, terutama di beberapa ruang komisi yang berada di tower gedung DPRD Sulsel.
Baca Juga :
“Jadi sementara kami mau pasang tenda dulu di kantor DPRD sambil menginventaris barang-barang yang tersisa,” ujar Rachmatika Dewi, Selasa (2/9/2025).
Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Cicu ini menegaskan, tenda tersebut bukan difungsikan sebagai kantor sementara. Fasilitas itu hanya digunakan untuk memilah dokumen maupun barang yang masih layak pakai.
Ia menjelaskan, proses penyelamatan arsip dan peralatan kerja dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tim internal serta instansi terkait. Langkah ini dinilai penting agar dokumen-dokumen yang berkaitan dengan administrasi dan fungsi kelembagaan DPRD tidak hilang seluruhnya.
“Prioritas kami saat ini adalah memilah dan menyelamatkan dokumen maupun barang-barang yang masih layak digunakan. Tenda ini kami siapkan khusus untuk itu, bukan sebagai pengganti kantor,” tegasnya.
Untuk sementara, aktivitas kedewanan dialihkan ke gedung lain milik Pemerintah Provinsi Sulsel agar pelayanan tetap berjalan. Sementara itu, proses pemulihan pasca-insiden terus dikoordinasikan, termasuk menunggu hasil investigasi kepolisian terkait kebakaran yang disertai aksi anarkis massa pada hari kejadian.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pendataan menyeluruh atas kerugian fisik maupun dokumen yang terdampak. DPRD Sulsel berharap, upaya penyelamatan arsip ini dapat meminimalisir gangguan terhadap jalannya tugas-tugas legislatif.











Komentar