SIDRAP, TROTOAR.ID —Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melakukan pertemuan strategis dengan General Manager Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar PT PLN (Persero), Edyansyah, di Kantor PLN UID Sulselrabar, Rabu (17/9/2025).
Pertemuan ini membahas dua agenda penting, yakni program listrik masuk sawah dan optimalisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik.
Bupati Syaharuddin didampingi oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sidrap, Muhammad Rohady Ramadhan, dan Kepala Dinas Perhubungan, Andi Bahari Parawansa.
Baca Juga :
Dalam pemaparannya, Bupati Syaharuddin menekankan pentingnya program listrik masuk sawah untuk mendukung sektor pertanian di Sidrap.
Program ini menyasar sedikitnya 18 ribu hektare sawah tadah hujan yang memerlukan jaringan listrik baru.
“Kalau program ini berjalan, dampaknya luar biasa. Bukan hanya bagi petani, tetapi juga ekonomi daerah. PLN akan mendapat tambahan pelanggan, Kabupaten Sidrap mendapat peningkatan PAD, dan masyarakat mendapatkan manfaat langsung. InsyaAllah ini juga menjadi amal jariyah,” ujar Syaharuddin.
Selain itu, dibahas pula strategi optimalisasi penerimaan PBJT tenaga listrik. Syaharuddin menilai, pengelolaan pajak tenaga listrik membutuhkan koordinasi yang erat dengan PLN sebagai mitra strategis.
“Harapan kita, komunikasi ini bisa membuka ruang peningkatan kontribusi PAD. Dana tersebut tentu akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, mulai dari pembangunan pasar, penyediaan benih padi unggul, bantuan untuk masjid dan pesantren, hingga pembangunan jalan tani,” jelas Syaharuddin.
GM PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyambut baik usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa PLN siap mendukung penuh program pemerintah daerah, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“PLN siap bersinergi dengan Pemkab Sidrap. Program listrik masuk sawah ini sejalan dengan misi PLN menghadirkan energi untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Edyansyah didampingi jajarannya.
Menurut Edyansyah, pemanfaatan listrik untuk sektor pertanian akan memberikan multiplier effect, mulai dari efisiensi biaya produksi hingga peningkatan hasil panen.




Komentar