MAKASSAR, Trotoar.id – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muda Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya mendukung program Pemerintah Kota Makassar, khususnya penguatan kurikulum berbasis budaya lokal serta penanaman nilai sopan santun di jenjang SD dan SMP.
Dukungan itu disampaikan saat jajaran pengurus ICMI Muda Sulsel yang dipimpin Ketua Umum Dr. Muhammad Tang Iskandar dan Sekretaris Dr. Abdul Aziz Ilyas bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, Rabu (1/10/2025).
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Pak Munafri dalam menghadirkan kurikulum berbasis budaya lokal dan penguatan nilai sopan santun di sekolah,” kata Abdul Aziz.
Baca Juga :
Menurutnya, mayoritas pengurus ICMI Muda merupakan akademisi, baik dosen maupun guru. Karena itu, keterlibatan organisasi ini dalam pendidikan dianggap sebagai tanggung jawab moral untuk ikut mengawal visi Pemkot.
“Program bagus harus kita support. Jika ada ruang kolaborasi, kami siap bersinergi,” tambahnya.
ICMI Muda juga menilai gagasan Wali Kota sejalan dengan visi mereka dalam melestarikan kearifan lokal, seperti budaya tutur “tabe”, “siapakatau”, hingga “sepakaige”. Selain bidang pendidikan, ICMI Muda juga siap mendukung program keagamaan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang, ICMI Muda bahkan merencanakan kegiatan pengelolaan sampah sebagai kontribusi nyata terhadap persoalan kota.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik dukungan ICMI Muda. Menurutnya, kehadiran cendekiawan muda ini akan menjadi kekuatan tambahan bagi Pemkot dalam mewujudkan pendidikan berkarakter dan berbudaya.
“Kehadiran ICMI Muda Sulsel menjadi angin segar. Kami berharap tidak hanya menjadi mitra diskusi, tapi juga ikut mengawal program pemerintah hingga ke masyarakat,” ujar Munafri.
Ia menegaskan, pendidikan berbasis kearifan lokal penting untuk menjaga identitas daerah. Selain itu, kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama pembangunan.
“Kalau suatu daerah ingin maju, yang pertama dibenahi adalah pendidikan. Kita juga harus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru,” pungkasnya.



Komentar