MAKASSAR, Trotoar.id — Mantan Wali Kota Makassar dua periode, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, masuk dalam bursa calon Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan periode 2025–2030 setelah mendapat undangan khusus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Panggilan tersebut muncul meskipun nama Danny Pomanto semula tidak tercantum dalam daftar usulan internal DPC atau DPD PDIP Sulsel. Ia mengaku terkejut saat dihubungi via telepon oleh pihak pusat.
“Tiba-tiba saya ditelepon. Jadi saya sangat merasa terhormat dalam proses ini,” ujar Danny, via pesan singktnya
Baca Juga :
Proses fit and proper test berlangsung di kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025).
Durasi sesi wawancara dilaporkan sekitar 15 menit, di mana Danny mendapat pertanyaan terkait kesiapan menjalankan tugas di berbagai posisi struktural partai jika diberi amanah.
Dalam wawancara tersebut, ia menyatakan kesiapannya mengambil peran apa pun dalam organisasi partai, bukan semata mengejar jabatan ketua.
Ia menegaskan bahwa undangan ini ia pandang sebagai kehormatan dan wujud kepercayaan partai.
“Saya siap, apapun posisi yang diberikan partai, karena ini adalah wujud pengabdian saya,” ujarnya.
Politikus PDIP Sulsel menyebut bahwa total ada tujuh kandidat yang dipanggil DPP untuk mengikuti fit and proper test.
Dari jumlah tersebut, lima kandidat merupakan usulan dari struktur partai di daerah, sementara dua nama termasuk Danny Pomanto diundang langsung oleh pusat.
Salah satu figur yang ikut bersaing antara lain Ketua DPD petahana Ridwan Andi Wittiri (ARW), Sekretaris DPD Rudi Pieter Goni, Bendahara Alimuddin, Wakil Ketua Andi Ansyari Mangkona, dan Ketua Bappilu Risfayanti Muin.
Pengamat politik di Makassar menilai bahwa langkah DPP mengundang Danny sebagai kandidat menunjukkan strategi baru PDIP dalam memperkuat basis suara dan menghadirkan figur populer di tingkat provinsi.
Nama Danny, yang memiliki rekam jejak dan basis pemilih yang dikenal di kota Makassar, dianggap bisa memperluas daya tarik partai ke kelas pemilih urban.
Kini, tinggal menunggu keputusan resmi dari DPP dan hasil Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Sulsel yang diperkirakan akan digelar pada Oktober 2025.
Siapapun yang diamanahkan nanti sebagai Ketua DPD PDIP Sulsel akan memiliki tugas besar dalam menggerakkan mesin partai menghadapi pemilu mendatang.



Komentar