Penghapusan Iuran BPJS

Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rp7,69 Triliun

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 13 Oktober 2025 19:18

Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rp7,69 Triliun
Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rp7,69 Triliun

JAKARTA, Trotoar.id  — Pemerintah melalui BPJS Kesehatan tengah menyiapkan kebijakan pemutihan atau penghapusan tunggakan iuran peserta, dengan total nilai mencapai Rp7,691 triliun.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas kepesertaan aktif dan memperkuat keberlanjutan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan bahwa proses penghapusan tunggakan tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan lembaga terkait.

“Tunggakan yang rencana pemutihan sekitar Rp7,691 triliun,” ujar Ali Ghufron di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Baca Juga  Direskrimsus Polda Sulsel OTT Bawahan Gubernur

Menurut dia, kebijakan ini disiapkan untuk membantu peserta yang selama ini mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu melunasi iuran tertunggak.

Banyak di antaranya berasal dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang terdampak kondisi ekonomi pascapandemi.

“Tujuannya agar masyarakat yang menunggak tetap bisa kembali aktif menjadi peserta dan memperoleh hak jaminan layanan kesehatan,” jelasnya.

Ali Ghufron menambahkan, pemutihan ini tidak serta-merta dilakukan tanpa regulasi. Pemerintah akan menetapkan dasar hukum dan mekanisme pelaksanaannya secara rinci, termasuk siapa saja yang berhak mendapatkan penghapusan tunggakan serta periode tunggakan yang akan dihapus.

Baca Juga  M Rajab: Banyak Kerumitan Dalam Sistem Rujukan BPJS

Kebijakan ini juga diharapkan mendorong peningkatan kepatuhan pembayaran iuran peserta ke depan.

“Kami ingin menjaga prinsip gotong royong dalam sistem JKN tetap berjalan. Pemutihan ini bukan untuk memanjakan, tapi sebagai langkah transisi agar kepesertaan bisa kembali aktif,” tegasnya.

Baca Juga  Polda Sulsel Kerahkan 2000 Personil Kawal Prose Pendaftaran Paslon di KPU

Sejak diluncurkan pada 2014, BPJS Kesehatan terus menghadapi tantangan terkait kepatuhan pembayaran iuran, terutama dari peserta mandiri.

Data BPJS menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menunggak karena faktor ekonomi dan minimnya kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan.

Program JKN sendiri kini telah mencakup lebih dari 260 juta penduduk, menjadikannya salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia. Pemerintah menargetkan seluruh warga Indonesia dapat terlindungi dalam skema JKN secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Penulis : ****

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...