Pemkot Makassar

Proyek Stadion Untia Gunakan Skema Swakelola Tipe III dan Metode Desain-Bangun Multiyears

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 13 Oktober 2025 16:44

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memimpin rapat pengendalian pelaksanaan program prioritas Pemkot Makassar tahun 2025 di Ruang Rapat Sekda, Balai Kota Makassar, Senin (13/10/2025).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memimpin rapat pengendalian pelaksanaan program prioritas Pemkot Makassar tahun 2025 di Ruang Rapat Sekda, Balai Kota Makassar, Senin (13/10/2025).

MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mengakselerasi pembangunan Stadion Untia, salah satu program prioritas pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham.

Proyek strategis ini akan menggunakan skema swakelola tipe III dan metode desain-bangun (design and build) dengan sistem multiyears.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memimpin rapat pengendalian pelaksanaan program prioritas Pemkot Makassar tahun 2025 di Ruang Rapat Sekda, Balai Kota Makassar, Senin (13/10/2025).

Dalam rapat tersebut, Zulkifly menegaskan bahwa tahapan feasibility study (FS) atau studi kelayakan menjadi fokus utama tahun ini sebelum dimulainya pekerjaan fisik stadion.

“Tahun ini kita berjalan sesuai progres anggaran yang telah disiapkan. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan Feasibility Study karena harus menyesuaikan dengan tata ruang kawasan Untia,” ujar Sekda Zulkifly.

Menurut Zulkifly, sebelum penyusunan FS, Pemkot juga menyiapkan masterplan sebagai acuan pengembangan kawasan sekitar stadion.

Baca Juga  Pjs Wali Kota Arwin Azis Pimpin Upacara Pemakaman Kepala UPTD PPA Makassar Muslimin Hasbullah

Dokumen tersebut akan memastikan pembangunan tetap selaras dengan ketentuan tata ruang, termasuk aturan dalam Peraturan Presiden tentang Kawasan Mamminasata, yang memperbolehkan pembangunan sarana olahraga di wilayah tersebut.

“Aturan tata ruang perlu kita perjelas. Apakah kawasan ekonomi yang diatur dalam perda baru juga mencakup wilayah stadion atau tidak. Karena itu, masterplan penting untuk mempertegas batas dan fungsi kawasan Untia,” jelasnya.

Pemkot menargetkan penyusunan FS dan masterplan selesai pada akhir tahun 2025, agar seluruh elemen perencanaan dan pengembangan kawasan Untia dapat terintegrasi dengan rencana pembangunan stadion.

Zulkifly menjelaskan, pembiayaan kegiatan FS dialokasikan melalui APBD Perubahan 2025 dengan skema swakelola tipe III, di mana pelaksanaan dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan (Ormas), sementara perencanaan dan pengawasan tetap di bawah tanggung jawab Pemkot Makassar.

“Kenapa menggunakan swakelola tipe III, karena ini hasil keputusan bersama untuk mempercepat proses. FS masuk dalam APBD Perubahan, jadi perlu justifikasi agar pelaksanaan bisa segera berjalan,” ungkapnya.

Baca Juga  Munafri: Program MBG Gerakkan Pasar Tradisional dan Ekonomi Lokal

Setelah tahap FS rampung, Pemkot menargetkan penimbunan lahan sebagai pekerjaan fisik awal dimulai pada tahun 2026.

“Penyelesaian FS menjadi prioritas tahun ini, dan tahun depan kita mulai penimbunan lahan sebagai langkah awal pembangunan fisik stadion,” tambah Zulkifly.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa proyek Stadion Untia akan menggunakan metode desain-bangun (design and build) dengan sistem multiyears. Model ini memungkinkan proses perencanaan dan konstruksi berjalan secara paralel untuk menghemat waktu dan biaya.

“Alasan kita menggunakan metode desain-bangun karena prosesnya lebih cepat, efisien, dan koordinasi antar pihak lebih mudah,” tegas Zulkifly.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa proyek ini saat ini berada pada tahap finalisasi dokumen teknis. Menurutnya, sejak pertengahan 2025, sejumlah tahapan persiapan telah dilakukan, termasuk pengawasan tahap ketiga dan audit teknis.

Baca Juga  Usai Pelantikan, Danny dan Jajarannya Dzikir Bersama Sambut Tahun 2022

“Pada bulan Juli 2025 proses pengawasan tahap ketiga sudah berjalan, kemudian Agustus hingga September dilakukan penguatan audit dan finalisasi dokumen teknis,” jelas Zuhaelsi.

Elsi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa manajemen konstruksi diproyeksikan berlangsung selama Maret hingga Desember 2026. Setelah itu, tender konstruksi dijadwalkan pada awal 2027 dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2027.

Tahapan pekerjaan fisik akan dimulai dengan pematangan lahan dan penimbunan area stadion yang berlokasi di Kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Pekerjaan meliputi pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase, fondasi, serta akses jalan menuju stadion.

Total nilai proyek ini diperkirakan mencapai Rp300 miliar, yang akan dibiayai secara bertahap hingga tahun 2027.

“Dengan metode desain-bangun, komunikasi antara konsultan dan kontraktor bisa lebih efisien, risiko keterlambatan lebih kecil, dan hasilnya tetap berkualitas,” ujar Zuhaelsi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Stadion Untia ditargetkan rampung dan dapat diresmikan pada awal tahun 2028.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah22 Oktober 2026 16:51
Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba Pastikan Perhatian dan Pendampingan bagi Keluarga
BULUKUMBA, Trotoar.id — Kondisi bayi Nakla yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami sakit dan viral di media sosial mendapat perhatia...
Metro13 Oktober 2025 16:44
Proyek Stadion Untia Gunakan Skema Swakelola Tipe III dan Metode Desain-Bangun Multiyears
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan berbuah penghargaan. Kota Makassar ...
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemuka. DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (...
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...