MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengasuhan Berbasis Hak Anak bagi organisasi perempuan, di Hotel Claro Makassar, Rabu, 10 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat pengasuhan yang aman, setara, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Workshop ini sekaligus menjadi rangkaian puncak peringatan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan, yang tahun ini menyoroti pentingnya peran perempuan khususnya istri ASN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pengasuhan positif.
Baca Juga :
Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel, Andi Murna, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas anggota DWP dalam memahami pengasuhan berbasis hak anak serta mencegah kekerasan terhadap anak.
“Melalui workshop ini kita ingin meningkatkan keterampilan menerapkan positive parenting dan pengasuhan non-kekerasan, mengembangkan kemampuan mengidentifikasi risiko kekerasan terhadap anak dan mekanisme rujukannya, serta memperkuat peran DWP sebagai mitra pemerintah dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak,” ungkapnya.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman dan psikolog Paras Putri Ramadhani.
Dalam pemaparannya, Jufri Rahman membawakan materi penguatan public speaking yang efektif, berwibawa, dan empatik, terutama bagi perempuan yang memegang peran strategis dalam keluarga maupun organisasi.
Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi publik merupakan instrumen bagi perempuan untuk melakukan pemberdayaan dan membangun lingkungan sosial yang positif.
Sementara itu, psikolog Paras Putri Ramadhani membahas strategi pengasuhan dengan fokus pada pengelolaan emosi anak.
Melalui materi berjudul Strategi Pendampingan dan Regulasi Emosi bagi Orang Tua, ia menguraikan pentingnya memahami perkembangan emosi dan kebutuhan anak berdasarkan berbagai teori psikologi.
Paras menegaskan bahwa menurut standar WHO, anak adalah individu sejak dalam kandungan hingga usia 19 tahun, dan setiap anak memiliki hak yang wajib dipenuhi orang tua dan negara.
“Anak membutuhkan perlindungan, layanan kesehatan, pendidikan, serta pendampingan emosional yang memengaruhi perkembangan sosialnya di masa mendatang,” jelasnya.
Ia juga memaparkan teori attachment yang menekankan pentingnya respons positif orang tua dalam membangun rasa aman dan kelekatan emosional yang sehat. “Itulah pentingnya kita meregulasi emosi agar anak dapat cepat beradaptasi dan mengikuti aktivitas di luar rumah,” tambahnya.
Selain sesi materi, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pameran UMKM binaan DWP Sulsel, Dekranasda, DWP OPD lingkup Pemprov, dan DWP Kabupaten/Kota, yang menampilkan berbagai produk kerajinan dan kuliner lokal.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua DWP Sulsel Melani Simon Jufri, para ketua dan pengurus DWP kabupaten/kota, serta perwakilan organisasi perempuan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.




Komentar