MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mempersiapkan agenda dan tahapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVI. Persiapan ini dilakukan seiring berakhirnya masa kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2020–2025.
Meski Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhiddin Said, belum mengumumkan susunan kepengurusan atau “kabinet” Plt, sejumlah kader meyakini kepengurusan sementara tersebut akan mengakomodasi kolaborasi antara kader muda dan kader senior Partai Golkar.
Senior Partai Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, menegaskan bahwa secara struktural kepengurusan sebelumnya telah berakhir dan seluruh pengurus kini berstatus demisioner.
Baca Juga :
“Kami pada prinsipnya menunggu petunjuk dan arahan dari Plt Ketua Golkar Sulsel, karena kepengurusan periode 2020–2025 sudah demisioner,” ujar Armin.
Ia mengaku hingga kini belum menerima informasi terkait siapa saja yang akan masuk dalam struktur kepengurusan Plt, termasuk pembentukan kepanitiaan Musda XVI.
Meski demikian, Armin menyatakan dukungannya apabila dalam struktur Plt maupun kepanitiaan Musda nantinya dilakukan kolaborasi antara kader muda dan kader senior.
“Kalau memang nanti dikolaborasikan antara kader muda dan senior, kami sangat mendukung. Itu penting untuk kesinambungan organisasi dan penguatan Partai Golkar ke depan,” katanya.
Menurut Armin, Musda XVI Golkar Sulsel akan menjadi momentum strategis untuk konsolidasi internal partai, sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik Golkar Sulsel ke depan.
Dengan dimulainya persiapan Musda, Partai Golkar Sulsel diharapkan dapat menjaga soliditas internal serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan aturan organisasi dan arahan DPP Partai Golkar.



Komentar