Makassar, Trotoar.id — Pelaksana Tugas Ketua Golkar Sulawesi Selatan Muhidin Said merespons terkait jadwal Musda yang kemungkinan besar tidak akan di gelar di Bulan Januari mendatang
Dia menyebutkan jika dirinya sebagai Plt ketua Golkar akan meninjau perkembangan rencana Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel, bahkan jadwal Musda yang semula di jadwalkan pekan ketiga Januari belum ditetapkan karena pihaknya masih fokus melakukan konsolidasi internal.
Baca Juga :
“Saya mau konsolidasi dulu. Saya mau keliling 24 kabupaten/kota supaya tahu persis persoalan di Golkar Sulsel. Sulsel ini sangat kompleks,” jelasnya.
Menurutnya, kader-kader Golkar di Sulsel memiliki kapasitas yang relatif setara untuk memimpin partai.
Karena itu, diperlukan kesepahaman bersama antara keluarga besar Golkar Sulsel dan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Siapapun yang kita sepakati bersama Ketum, itu yang harus kita amankan. Dan kader-kader Golkar di Sulsel sepakat dengan itu,” ujarnya.
Muhidin juga meluruskan pernyataannya sebelumnya terkait rencana Musda yang sempat disebut akan digelar Januari. Ia mengungkapkan bahwa rencana tersebut masih menunggu arahan Ketua Umum Golkar.
“Kemarin saya lapor ke Ketua Umum di DPP. Saya sampaikan mau gelar Musda cepat, tapi beliau bilang jangan dulu. Konsolidasi dulu secara menyeluruh,” katanya.
Saat ini, kata Muhidin, fokus utama adalah menyempurnakan struktur kepengurusan Pelaksana Tugas DPD I Golkar Sulsel agar roda organisasi bisa berjalan optimal.
“Kita sempurnakan dulu kepengurusan Plt, mungkin minggu ini sudah rampung. Ini Plt ya, bukan definitif, karena definitif itu harus lewat Musda,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah kepengurusan Plt lengkap, barulah panitia Musda dapat dibentuk. Mengingat, panitia Musda merupakan kewenangan DPD I Golkar Sulsel.
“Pengurus ini harus kita lihat, ada yang sudah tidak aktif, ada yang meninggal, bahkan ada yang sudah pindah partai,” ungkapnya.
Muhidin juga menegaskan keinginannya agar Musda Golkar Sulsel ke depan dapat berlangsung secara aklamasi demi menjaga kekompakan partai.
“Saya mau aklamasi, supaya tidak ada konflik,” tegasnya.
Ia mengaku ingin menghindari dinamika keras seperti yang terjadi pada Musda Golkar Sulsel sebelumnya.
“Saya juga yang pimpin Musda lalu di Jakarta. Dua hari dua malam kita tidak tidur, akhirnya lahir kepengurusan yang tidak semua kader dukung,” kenangnya.
Karena itu, Muhidin berharap Ketua Golkar Sulsel yang terpilih nantinya benar-benar mendapatkan dukungan penuh dari seluruh kader.
“Siapapun yang jadi ketua nanti harus didukung semua kader, supaya Golkar di Sulsel bisa kembali seperti masa-masa kejayaannya,” pungkas Muhidin.
Saat ditanya kapan konsolidasi lanjutan akan digelar, Muhidin menyebut masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan Plt Golkar Sulsel. (*)




Komentar