MAKASSAR, Trotoar.id – Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) kian menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel.
Sejumlah manuver politik mulai terlihat, termasuk pertemuan kader Golkar Sulsel, Rahman Pina, dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Jakarta.
Baca Juga :
Pertemuan tersebut dinilai sebagai bagian dari komunikasi politik menjelang penataan kepengurusan Golkar Sulsel, menyusul penunjukan Muhiddin Said sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Rahman Pina disinyalir menyampaikan pandangan sekaligus meminta restu untuk ikut berkontestasi dalam Musda Golkar Sulsel. Langkah ini menambah daftar figur yang mulai disebut-sebut berpeluang maju dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel.
Di tengah dinamika tersebut, Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin Said, menyampaikan kemungkinan perubahan jadwal pelaksanaan Musda. Ia mengungkapkan Musda Golkar Sulsel berpeluang digelar setelah Ramadhan mendatang.
Muhiddin menjelaskan, penyesuaian jadwal dilakukan karena dirinya akan melakukan roadshow dan konsolidasi ke sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Padahal sebelumnya, dalam silaturahmi bersama pengurus Golkar pada akhir Desember 2025 lalu, Muhiddin sempat menyampaikan Musda direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026.
“Golkar Sulsel ingin memastikan seluruh aspirasi kader terserap dengan baik. Karena itu, kami akan melakukan konsolidasi ke beberapa daerah di Sulsel, sambil menunggu penjadwalan resmi dari Ketua Umum,” ujar Muhiddin.
Ia menegaskan, penundaan Musda bukan bentuk kemunduran, melainkan upaya memperkuat soliditas internal partai dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme organisasi serta arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
Sebelumnya, dalam ajang silaturahmi bersama pengurus DPD I dan para Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota, Muhiddin juga menyampaikan harapannya agar Musda Golkar Sulsel dapat berlangsung secara aklamasi.
Menurutnya, roadshow yang akan dilakukan bertujuan menyerap langsung aspirasi kader, mensolidkan barisan partai, serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Namun demikian, di kalangan internal Golkar, penundaan Musda ini turut dikaitkan dengan pertemuan Rahman Pina dan Ketua Umum Golkar di Jakarta.
Rahman Pina bahkan mulai disebut sebagai salah satu figur alternatif calon Ketua Golkar Sulsel yang dinilai berpeluang mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar.
Isu tersebut semakin menguat seiring dengan kedekatan Rahman Pina dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang dinilai memiliki pengaruh strategis dalam peta politik nasional maupun internal Golkar.
Hingga kini, DPP Partai Golkar belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jadwal pasti Musda Golkar Sulsel maupun figur yang akan mendapat dukungan dalam kontestasi tersebut.




Komentar