Pemkot Makassar

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Panen Raya di Lapas Kelas I Makassar, Dukung Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 15 Januari 2026 16:07

Aliyah Mustika Ilham Hadiri Panen Raya di Lapas Kelas I Makassar, Dukung Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Panen Raya di Lapas Kelas I Makassar, Dukung Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri kegiatan Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar, Kemarin 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang digelar oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di seluruh Indonesia.

Panen Raya Serentak tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti secara daring oleh lapas dan rutan di berbagai daerah, termasuk Lapas Kelas I Makassar.

Kegiatan panen raya di Makassar turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, Kepala Rutan Kelas I Makassar Jayadikusumah, jajaran pemerintah daerah, serta unsur pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan.

Di tingkat pemasyarakatan, kegiatan ini diikuti oleh Lapas Kelas I Makassar, Lapas Perempuan Makassar, Lapas Narkotika Sungguminasa, Lapas Maros, Lapas Anak Maros, serta Rutan Kelas I Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham mengapresiasi pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan bagi warga binaan.

“Program ini sangat positif karena memberikan bekal keterampilan sekaligus menumbuhkan semangat produktif bagi warga binaan. Ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan agar mereka siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Para tamu undangan juga meninjau langsung hasil pertanian yang dikelola warga binaan, mulai dari komoditas hortikultura hingga berbagai hasil pangan lainnya. Program tersebut tidak hanya memenuhi sebagian kebutuhan internal lapas, tetapi juga menjadi media pelatihan keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Sianturi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan. 

Ia menilai kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan produktif serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas dan rutan dapat menghasilkan manfaat nyata. Program ketahanan pangan ini diharapkan terus diperkuat sebagai kontribusi pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menegaskan bahwa panen raya merupakan hasil dari pembinaan berbasis kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Panen raya ini merupakan hasil kerja dan pembinaan yang konsisten. Kami berharap program ini terus berlanjut dan memberikan nilai tambah bagi warga binaan,” ungkapnya.

Secara nasional, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, melaporkan bahwa Panen Raya Serentak Kemenimipas periode Januari 2026 mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. 

Hasil panen sektor pertanian dan perkebunan tercatat mencapai 99.930 kilogram, sektor peternakan 4.019 kilogram, serta sektor perikanan 19.608 kilogram.

Berdasarkan data Kemenimipas, hingga akhir Desember 2025 program ketahanan pangan di lapas dan rutan telah melibatkan 12.146 warga binaan dengan luas lahan garapan mencapai 4.424.101 meter persegi. Dari program tersebut, total premi yang diterima warga binaan tercatat lebih dari Rp905 juta.

Khusus di Sulawesi Selatan, Ditjenpas mencatat produksi 2,6 ton bahan pangan dari sektor pertanian, 600 kilogram ikan lele dan nila dari sektor perikanan, serta 110 kilogram hasil peternakan ayam. 

Total hasil penjualan mencapai sekitar Rp35 juta yang akan disalurkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.

Program ketahanan pangan ini menjadi salah satu upaya Kemenimipas dalam menanamkan nilai kemandirian dan keterampilan praktis bagi warga binaan, sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Melalui kehadirannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen20 April 2026 23:47
Komisi C DPRD Makassar RDP Soal Operasional Prima Mart
Makassar, Trotoar.id — Komisi C DPRD Kota Makassar melaksanakan dua agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebagai tindak lanjut atas aspirasi masya...
Metro20 April 2026 22:20
Pemkot Makassar Berikan KUR bagi PKL Tertib, Solusi Penataan Kota Berbasis Pemberdayaan
MAKASSAR, Trotoar.id — Di tengah upaya penataan kota yang lebih tertib dan nyaman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadirkan pendekatan yang...
Metro20 April 2026 22:04
Aspirasi Reses DPRD Jadi Dasar Kebijakan, Munafri Tekankan Program Tepat Sasaran
MAKASSAR, Trotoar. Id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap program pembangunan di Kota Makassar b...
Nasional20 April 2026 19:41
Mitigasi Kekeringan, Bupati Sidrap Intensifkan Koordinasi dengan Kementan RI
SIDRAP, Trotoar id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan...