BATAM, Trotoar.id — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) XVII Tahun 2026 resmi digelar di Aston Hotel Batam, Minggu malam (18/1/2026).
Forum nasional ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah kabupaten se-Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Rakernas APKASI XVII mengusung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”, yang menekankan penyelarasan program pembangunan pemerintah daerah dengan delapan misi utama pembangunan nasional.
Baca Juga :
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, turut ambil bagian dalam forum tersebut sebagai moderator pada sesi diskusi bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Diskusi tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Dana Perkebunan untuk Hilirisasi Produktivitas Perkebunan Rakyat dan Penguatan Ekonomi Kabupaten Penghasil”.
Dalam kesempatan itu, Andi Rahim menegaskan pentingnya pemanfaatan Dana Perkebunan untuk mendorong pengembangan sektor perkebunan secara berkelanjutan, khususnya melalui program hilirisasi.
“Ini merupakan peluang besar bagi Kabupaten Luwu Utara untuk memperoleh sumber pendanaan dalam penguatan infrastruktur serta pengembangan sektor perkebunan, terutama kelapa sawit dan kakao,” ujar Andi Rahim.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, potensi perkebunan di Kabupaten Luwu Utara dapat dikelola secara optimal guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
“Luwu Utara memiliki potensi perkebunan yang besar. Dengan dukungan kebijakan dan pendanaan dari pusat, kita bisa mendorong pembangunan ekonomi daerah secara lebih terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.
Diketahui, Kabupaten Luwu Utara merupakan salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan utama di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan kakao dan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan.
Rakernas APKASI XVII turut dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa Yandri Susanto, serta Menteri Sosial Syaifullah Yusuf. (*)



Komentar