DPRD Sulsel

FDPNI Gelar Silaturahmi Bahas Dampak Ekonomi hingga Bagi Hasil Tambang Nikel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 02 Maret 2026 17:40

Suasana Forum DPNI Yang membahas soal Ketimpangan DBH Hasil PErtambangan Nikel
Suasana Forum DPNI Yang membahas soal Ketimpangan DBH Hasil PErtambangan Nikel

Makassar, Trotoar.id — Forum DPRD Provinsi Penghasil Nikel Indonesia (FDPNI) menggelar Forum Silaturahmi Provinsi Penghasil Nikel sebagai ruang konsolidasi dan diskusi strategis bagi daerah-daerah penghasil komoditas tambang nikel.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pandangan antarwilayah dalam menyikapi berbagai persoalan tata kelola pertambangan.

Forum tersebut mempertemukan para pimpinan DPRD dari sejumlah provinsi penghasil nikel guna membahas isu-isu krusial, mulai dari dampak ekonomi, lingkungan, hingga poin penting terkait rencana judicial review Undang-Undang Minerba.

Kegiatan ini dihadiri lima Ketua DPRD dari provinsi penghasil nikel, yakni Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara H.M. Aris Abdul Karim, Ketua DPRD Papua Barat Orgenes Wonggor, La Ode Tariala dari Sulawesi Tenggara, serta Ketua DPRD Maluku Utara M. Iqbal Ruray. Selain itu, hadir pula perwakilan anggota DPRD dari masing-masing provinsi.

Dalam forum tersebut, para peserta sepakat bahwa daerah penghasil nikel harus memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

Salah satu pembahasan utama adalah dampak ekonomi dari aktivitas pertambangan nikel terhadap daerah penghasil.

Para pimpinan DPRD menilai, kontribusi sektor tambang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih perlu dioptimalkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar wilayah pertambangan.

Mereka menekankan pentingnya hilirisasi industri nikel di daerah, sehingga nilai tambah tidak hanya dinikmati oleh pihak luar, melainkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta memperkuat struktur ekonomi daerah.

Selain dampak ekonomi, isu lingkungan juga menjadi perhatian serius.

Aktivitas pertambangan dinilai harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem, termasuk kewajiban reklamasi lahan pascatambang serta perlindungan kawasan hutan dan pesisir yang terdampak.

Para peserta forum sepakat bahwa eksploitasi sumber daya alam tidak boleh mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah daerah didorong untuk lebih aktif dalam pengawasan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Isu pembagian hasil pertambangan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota lokasi tambang turut menjadi pembahasan krusial.

Para pimpinan DPRD mendorong adanya formulasi pembagian yang lebih adil dan proporsional agar daerah penghasil memperoleh manfaat yang seimbang dari kekayaan alamnya.

Dalam kaitannya dengan judicial review UU Minerba, forum ini juga membahas kemungkinan langkah hukum untuk memperjuangkan kepentingan daerah, terutama terkait kewenangan pengelolaan dan distribusi pendapatan sektor pertambangan.

Selain itu, muncul pula usulan penempatan kantor perwakilan di daerah lokasi pertambangan.

Gagasan ini dinilai strategis untuk memperkuat pengawasan, mempercepat koordinasi, serta memastikan aspirasi masyarakat setempat dapat tersampaikan secara langsung kepada pemangku kebijakan.

Forum Silaturahmi Provinsi Penghasil Nikel ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan rekomendasi bersama yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

Dengan kolaborasi antar daerah, tata kelola pertambangan nikel di Indonesia diharapkan semakin transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan demi kepentingan nasional maupun kesejahteraan daerah penghasil.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 13:24
Pemprov Sulsel Gandeng ITB, Dorong Revolusi Data Geospasial untuk Perencanaan Pembangunan Presisi
MAKASSAR, Trotoar id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan menggandeng Institut Teknologi...
Metro17 April 2026 10:37
TP PKK Makassar Dorong Gerakan Membaca 15 Menit Sehari, Literasi Jadi Kunci SDM Unggul
MAKASSAR, Trotoar.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus mengintensifkan upaya peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat melalui sos...
Metro16 April 2026 21:31
Penertiban 60 Lapak PKL di Poros BTP Berjalan Kondusif, Pendekatan Humanis Berbuah Hasil
MAKASSAR, Trotoar.id — Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026), berlangsun...
Metro16 April 2026 19:29
Wawali Makassar Dorong Kolaborasi Penguatan SDM Rentan Bersama Kemensos
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan kualitas...