Makassar, Trotoar.id — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dikabarkan akan mengundang sejumlah bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya konsolidasi internal menjelang penentuan figur yang akan memimpin Golkar di tingkat provinsi.
Informasi ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, saat berbincang dengan kader partai dalam resepsi pernikahan putri Usman Marham.
Baca Juga :
Dalam kesempatan itu, Muhidin mengungkapkan bahwa Ketua Umum menginginkan seluruh kandidat duduk bersama dalam satu forum diskusi.
“Ketua umum ingin semua kandidat diundang untuk berdiskusi terkait Golkar bersama para bakal calon,” ujarnya.
Sejumlah nama yang santer disebut bakal dipanggil langsung antara lain Andi Ina Kartika Sari, Ilham Arief Sirajuddin, Rahman Pina, Munafri Arifuddin, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, serta Usman Marham.
Nama-nama tersebut dinilai memiliki basis dukungan dan pengalaman politik yang cukup kuat di Sulawesi Selatan.
Pertemuan di DPP nantinya diperkirakan bukan hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi forum strategis untuk menyamakan visi dan arah kebijakan partai.
Selain itu, forum ini juga diyakini menjadi ruang bagi DPP untuk menilai langsung kapasitas, komitmen, serta kesiapan para kandidat dalam memimpin partai.
Di sisi lain, hingga saat ini DPP Partai Golkar belum menetapkan jadwal resmi pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
Padahal sebelumnya, Plt Ketua Golkar Sulsel sempat menyampaikan bahwa Musda direncanakan digelar pada akhir Maret 2026.
Penundaan jadwal tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan internal partai, termasuk kemungkinan adanya pertimbangan strategis dari DPP.
Diketahui, susunan Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) untuk Musda Golkar Sulsel sebenarnya telah terbentuk.
Namun demikian, belum adanya kepastian jadwal menunjukkan bahwa DPP masih melakukan kalkulasi politik secara matang.
Rencana pemanggilan kandidat ke DPP oleh Bahlil Lahadalia dapat dibaca sebagai langkah konsolidasi sekaligus pemetaan kekuatan internal.
Dengan mempertemukan seluruh kandidat, DPP memiliki ruang untuk mengukur dinamika, potensi konflik, serta peluang kompromi di antara para figur.
Langkah ini juga mengindikasikan bahwa penentuan Ketua Golkar Sulsel tidak semata-mata ditentukan melalui mekanisme Musda, tetapi juga melalui pertimbangan strategis di tingkat pusat.
Di tengah banyaknya figur kuat yang muncul, DPP dituntut mampu menjaga soliditas partai agar tidak terjadi fragmentasi pasca pemilihan.
Dengan demikian, pertemuan di DPP berpotensi menjadi kunci dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar Sulawesi Selatan ke depan, sekaligus menjaga stabilitas politik internal partai menjelang agenda politik berikutnya. (*)



Komentar