SIDRAP, Trotoar.id — Sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam upaya pelestarian budaya kembali ditunjukkan melalui pembukaan Festival Nene Mallomo ke-3 yang digelar di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (1/4/2026).
Festival yang diselenggarakan Sanggar Seni Pajjoge Andino ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kultural, mulai dari pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ruang-ruang kreatif sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang seni dan budaya.
Baca Juga :
“Sebagai Bupati Sidrap, saya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sanggar Seni Pajjoge Andino menjadi wadah yang sangat baik bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan membangun karakter melalui seni dan budaya,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Nene Mallomo tidak hanya sekadar ajang pertunjukan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal, adat istiadat, serta permainan tradisional yang mulai tergerus arus globalisasi.
“Melalui kegiatan ini, kita menghidupkan kembali kebudayaan dan tradisi lokal. Ini penting agar warisan budaya tidak terdegradasi dan tetap diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.
Syaharuddin juga menekankan nilai edukatif dari kegiatan tersebut dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
“Kegiatan seperti ini mendidik anak-anak untuk memiliki mental juara dan semangat untuk meraih kesuksesan. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung kegiatan positif seperti ini,” pesannya.
Festival ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah.
Penyelenggaraannya mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, perwakilan Kementerian Kebudayaan RI yang juga Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, Rinawati Idrus, serta sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Rinawati Idrus menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah dan komunitas seni dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam pelestarian budaya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Program Dana Indonesiana menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung kemajuan kebudayaan nasional, sekaligus memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Festival Nene Mallomo, diharapkan semangat pelestarian budaya semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga warisan leluhur tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter daerah. (*)



Komentar