SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan dengan menata ruas jalan Impa-Impa–Anabanua di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Penataan ini dilakukan melalui program Multi Years Project (MYP) yang tidak hanya meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam proyek ini adalah konsep bahu jalan hijau yang dilengkapi jalur sepeda.
Baca Juga :
Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi pesepeda sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di daerah.
Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulsel ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam menghadirkan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pada pekerjaan Multiyears Contract (MYC) Paket 4, ruas jalan Impa-Impa–Anabanua tidak hanya diperbaiki secara struktural, tetapi juga ditata secara visual.
Bahu jalan dicat berwarna hijau dan dilengkapi simbol sepeda setiap 50 meter sebagai penanda jalur khusus bagi pesepeda.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Pemprov Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang adaptif terhadap perkembangan mobilitas masyarakat.
“Termasuk penyediaan jalur sepeda yang ditandai dengan warna hijau serta simbol sepeda sebagai panduan keselamatan bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan jalur tersebut diharapkan dapat mendorong budaya bersepeda sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan non-motor di wilayah tersebut.
Dalam proses pelaksanaan, Pemprov Sulsel juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, khususnya dalam pengaturan lalu lintas selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pekerjaan, terutama pada konstruksi beton yang memerlukan waktu pengerasan sebelum dapat dilalui kendaraan.
“Dengan pengaturan yang tepat, kualitas jalan tetap terjaga dan aman saat mulai digunakan masyarakat,” jelasnya.
Penataan ruas jalan Impa-Impa–Anabanua ini diharapkan menjadi model pengembangan jalan provinsi yang tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan bagi seluruh pengguna jalan. (*)



Komentar