SIDRAP, TROTOAR.ID— Sebanyak 848 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan (PK) dari Universitas Hasanuddin akan diterjunkan ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai Juli hingga Agustus 2026.
Kehadiran ratusan calon tenaga kesehatan ini diproyeksikan menjadi penguat layanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat desa dan wilayah terpencil.
Program pengabdian ini menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara langsung.
Baca Juga :
Rencana tersebut dimatangkan melalui pertemuan antara panitia pelaksana KKN PK Unhas dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap di Ruang Kerja Bupati, Selasa (12/5/2026).
Ketua Program KKN Profesi Kesehatan Unhas, Dr. dr. Irwin, menjelaskan bahwa program ini mengintegrasikan enam disiplin ilmu kesehatan dalam satu skema pengabdian terpadu.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai fakultas, mulai dari Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, hingga Kedokteran Hewan.
“Pelaksanaan KKN PK merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi keilmuan secara langsung di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan lintas disiplin ini diharapkan mampu memberikan solusi komprehensif terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Administrasi Umum Sidrap, Nasruddin Waris, menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkontribusi.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa Unhas sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama.
“Ini adalah bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang menjadi program strategis pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas PMDPPA Andi Surya Praja, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, serta Kabag Kerja Sama Andi Besse.
Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kurikulum akademik mahasiswa.
Lebih dari itu, program ini ditargetkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, hingga pendampingan program-program kesehatan di tingkat desa.
Dengan skala peserta yang besar dan pendekatan multidisiplin, KKN PK Unhas di Sidrap diproyeksikan menjadi salah satu model pengabdian masyarakat yang efektif dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah secara berkelanjutan. (*)




Komentar